KEMANDIRIAN PELAJAR/MAHASISWA PERANTAU YANG
BERKAITAN DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL DI LINGKUNGAN YANG BARU
A. LATAR BELAKANG
Sering kita temui
pelajar yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar yang rela meninggalkan orang tua,
kerabat, saudara, sahabat, dan segalanya yang ada di daerah mereka.Terutama
pelajar yang meninggalkan daerahnya dan hanya kembali ke rumah jika tugas
mereka telah usai.Seperti halnya pelajar yang tinggal di rumah temannya,
bertempat tinggal di kos-kosan atau mungkin tinggal di pesantren, pelajar
seperti mereka patut di beri acungkan jempol. Merelakan
jiwa dan raganya untuk mencari ilmu di kota orang.
Kemandirian belajar adalah Sikap mandiri seseorang
tidak terbentuk dengan cara yang mendadak, namun melalui proses sejak masa
anak-anak. Dalam perilaku mandiri antara tiap individu tidak sama, kondisi ini
dipengaruhi oleh banyak hal. Hal yang mempengaruhi atau faktor penyebab sikap
mandiri seseorang itu dibagi menjadi dua, yaitu faktor dari dalam individu dan
faktor dari luar individu.
Penelitian Independen
adalah proses, metode dan filsafat pendidikan dimana peserta didik memperoleh pengetahuan
dengan upaya nya sendiri dan mengembangkan kemampuan untuk penyelidikan dan evaluasi
kritis.(Permen, 1991).
Hofstede (1980)
menggunakan istilah individualisme dan kolektivisme untuk menggambarkan
hubungan antara individu dan kelompok mereka mengidentifikasi diri mereka
dengan (Greenfield, Trumbull, Keller, Rothstein-Fisch, Suzuki, Quiroz, 2006).
Kemerdekaan tidak
adanya bimbingan, tetapi hasil dari proses pembelajaran yang memungkinkan
peserta didik untuk mendapatkan kebutuhan yang cukup untuk merencanaan dan
tindakan wawasan.(Knight, 1996).[1]
Menurut
Steinberg (2002), kemandirian didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam
bertingkah laku, merasakan sesuatu, dan mengambil keputusan berdasar
kehendaknya sendiri. Peningkatan tanggung jawab, kemandirian, dan menurunnya
tingkat ketergantungan remaja terhadap orang tua, adalah perkembangan yang
harus dipenuhi individu pada periode remaja akhir.
Menurut Calhoun dan Acocella (Wijaya,
2007) penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada
diri sendiri dilingkungannya. Dan proses bagaimana individu mencapai keseimbangan
diri dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan sekitar tempat individu
hidup.
Sedangkan menurut Gerungan (Amar, 2009)
menjelaskan bahwa menyesuaikan diri itu diartikan dalam artian yang luas, dan
dapat berarti mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga
mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri
Kemandirian subyek itu
di karenakan subyek memiliki tuntutan dari dirinya sendiri untuk jadi anak yang
tidak tergantungan dengan orang lain dan karena subyek tidak terlalu suka
dengan keadaan yang rame, mayoritas teman subyek jika ada perkumpulan isinya
adalah ghibah (ghosip) dan subyek merasa jika semua itu hal yang tidak penting
dan membuang-buang waktu.
Penyesuaian subyek
dengan sosial, lingkungan, teman, dll lumayan bagus. Subyek selalu tersenyum
sehingga banyak yang senang berteman dengan subyek. Kebanyakan teman subyek
ingin jadi anak yang yang mandiri sehingga kemandirian subyek dapat member
jalan pada teman untuk belajar mandiri dan subyek merasa sangat senang.
Alasan peneliti
mengambil tema kemandirian yang digabungkan dengan penyesuaian sosial adalah karena berdasarkan pengamatan peneliti
yang melihat banyaknya anak yang mandiri dan penyesuaian sosialnya peneliti
ambil dari anak Pondak Pesantren Putri Lirboyo Al-Mahrusiyah yang merantau dan
rela meninggalkan segalanya dari tanah kelahiran.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana kemandirian
subjek?
2. Bagaimana penyesuaian
sosial subjek?
3. Bagaimana hub antara
kemandirian belajar dengan penyesuaian sosial?
C.
TUJUAN
PEMBAHASAN
1.
Untuk mengetahui kemandirian subjek
2.
Untuk mengetahui penyesuaian sosial pada subjek
3.
Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian belajar
dengan penyesuaian sosial
D. MANFAAT
PEMBAHASAN
1. Manfaat Teoritis
a.
Menambah keilmuan bidang kemandirian.
b.
Menambah
wawasan dalam penyesuain sosial.
2. Manfaat Praktis
a.
Untuk
acuan menjadi pelajar atau mahasiswa yang dapat mengembangkan kemandiriannya.
b.
Memudahkan
pelajar atau mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
c.
Dapat
dijadikan motivasi untuk menjadi anak mandiri dan dapat berbaur dengan
lingkungan dengan baik.
E. HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis
alternatif (Ha).
Adanya hubungan antara kemandirian belajar dengan
penyesuaian sosial subjek.Hubungan ini
pun di dukung dengan teori Musdalifah (2007) bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi kemandirian salah satunya adalah penyesuaian diri.
Pada proses
pendewasaan dalam mencapai kesuksesan, mahasiswa perantau dihadapkan pada berbagai perubahan dan
perbedaan diberbagai aspek kehidupan yang membutuhkan kepercayaan diri, mandiri
serta banyak penyesuaian (Chandra, 2004).
Beberapa alasan mahasiswa merantau adalah untuk mencari
pendidikan yang lebih baik, bebas kendali dari orang tua, ingin merasakan
sesuatu yang baru di daerah yang baru,mengetahui dan mengenal adat dan budaya
daerah lain, ingin menyesuaikan diridengan lingkungan yang baru serta ingin
melatih diri agar lebih mandiri. Seiringdengan kemajuan jaman dan kesadaran
akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak, maka orang tua mereka memperbolehkan
anak-anaknya untuk merantau agar memiliki kehidupan yang lebih baik dari
sekarang (Irene, 2013).
Fenomena mahasiswa perantau umumnya bertujuan untuk
meraih kesuksesan melalui kualitas pendidikan yang lebih baik pada bidang yang
diinginkan.Fenomena ini juga dianggap sebagai usaha pembuktian kualitas diri
sebagai orang dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab dalam membuat keputusan
(Santrock, 2002).
Ada hu
F.
DEFINISI
OPERASIONAL
Dalam proposal ini
membahas mengenai kemandirian belajar serta penyesuaian sosial pelajar yang
jauh dari orang tua atau meninggalkan tanah kelahirannya.
Ciri-ciri Kemandirian belajar subyek Di pondok
1.
Subyek
selalu berusaha semampunya subyek karena harus bisa sendiri.
2.
Subyek
jarang sekali meminta bantuan teman jika tidak terpaksa.
3.
Jika
mendapat masalah, subjek tidak menceritakan pada siapapun.
Menurut Masrun (Patriana, 2007),
kemandirian adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang untuk berbuat bebas,
melakukan
sesuatu atas dorongan diri sendiri untuk kebutuhan sendiri, mengejar prestasi,
penuh ketekunan, serta berkeinginan untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan orang
lain, mampu berpikir dan bertindak original, kreatif dan penuh inisiatif, mampu
memengaruhi lingkungannya, mempunyai rasa percaya diri terhadap kemampuan diri
sendiri, menghargai keadaan diri sendiri, dan memperoleh kepuasan dari
usahanya.
G. KAJIAN TEORI
1.
Kemandirian belajar
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia mandiri adalah ”berdiri
sendiri”. Kemandirianbelajar adalah belajar mandiri, tidak menggantungkan diri
kepada orang lain, siswa dituntut untuk memiliki keaktifan dan inisiatif
sendiri dalam belajar, bersikap, berbangsa maupun bernegara (Abu Ahmadi dan Nur
Uhbiyati, 1990:13).
Menurut Stephen Brookfield (2000:130-133) mengemukakan bahwa
kemandirian belajar merupakan kesadaran diri, digerakkan oleh diri sendiri,
kemampuan belajar untuk mencapai tujuannya. Desi Susilawati, (2009:7-8) mendiskripsikan
kemandirian belajar sebagai berikut:
1.
Siswa
berusaha untuk meningkatkan tanggung jawab dalam mengambil berbagai keputusan.
2.
Kemandirian
dipandang sebagai suatu sifat yang sudah ada pada setiap orang dan situasi pembelajaran.
3.
Kemandirian
bukan berarti memisahkan diri dari orang lain.
4.
Pembelajaran
mandiri dapat mentransfer hasil belajarnya yang berupa pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai
situasi.
5.
Siswa
yang belajar mandiri dapat melibatkan berbagai sumber daya dan aktivitas seperti membaca sendiri, belajar
kelompok, latihan dan kegiatan
korespondensi.
6.
Peran
efektif guru dalam belajar mandiri masih dimungkinkan seperti berdialog dengan
siswa, mencari sumber, mengevaluasi hasil dan mengembangkan berfikir kritis.
7.
Beberapa
institusi pendidikan menemukan cara untuk mengembangkan belajar mandiri melalui
program pembelajaran terbuka.
Ciri-ciri Kemandirian menurut Steinberg
(Chandra, 2004), yang berkaitan dengan kemandirian pelajar/mahasiswa yang
merantau yaitu, tanggung jawab terhadap tugas untuk menyelesaikan sesuatu dan
diminta pertanggung jawaban atas hasil kerjanya.
Independensi adalah suatu kondisi
dimana seseorang tidak tergantung kepada otoritas dan tidak membutuhkan arahan.
Independensi juga mencakup ide adanya kemampuan mengurus diri sendiri dan
menyelesaikan masalah diri sendiri, otonomi dan kebebasan untuk menentukan
keputusan sendiri. Kemampuan menentukan arah sendiri (self-determination)
berarti mampu mengendalikan atau mempengaruhi apa yang akan terjadi pada
dirinya.
Calhoun dan Acocella (Wijaya, 2007)
menambahkan salah satu ciri-ciri dari penyesuaian diri yaitu memiliki persepsi
yang akurat pada realita, mampu beradaptasi dengan tekanan atau stress dan
kecemasan, memiliki gambaran diri yang positif tentang dirinya, mampu
mengekspresikan perasaan dengan tepat, mampu menjalin relasi interpersonal
dengan baik, mengatur ritme hidup, mengelola diri dengan perubahan yang terjadi.
H. METODE
PENELITIAN
Metode
penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mmenentukan/menggali
sesuatu yang telah ada untuk kemudian diuji kebenarannya yang mungkin masih
diragukan.[2]
1.
Rencana
Penelitian
Penelitian ini di rencanakan menggunakan
metode kuantitatif yang mana di
hitung dengan menggunakan perhitungan statistik dan
SPSS.
2. Populasi dan Sampel Penelitian.
Populasi penelitiannya adalah siswi kelas X.
Sample
penelitiannya di Pondok Pesantren Putri Lirboyo Al-Mahrusiyah.
3.
Teknik
pengambilan sample menggunakan Simple random
sampling, yang mana pemilihan dilakukan dengan cara acak, di mana daftar nama
responden dilakukan pengundian untuk terpilih
4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian menggunakan angket
,perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala, kamera dan
sebaginya.
Menurut Suharmi
Arikunto (2006:149) ada beberapa instrument yang namanya sama dengan
metodenya,antara lain adalah:
a)
Instrument untuk metode tes adalah tes atau soal tes
b)
Instrument untuk metode angaket atau kuesioner adalah
angket atau kuesioner
c)
Instrument untuk metode observasi adalah chek-list
d)
Instrument untuk metode observasi adalah pedoman observasi
atau dapat juga chek-list
Aspek-aspek kemandirian menurut
(Steinberg, 2002) kemandirian merupakan bagian dari pencapaian otonomi diri
pada remaja. Untuk mencapai kemandirian pada remaja melibatkan tiga aspek
yaitu:
a) Aspek emotional
autonomy, yaitu aspek kemandirian yang berkaitan dengan perubahan hubungan
individu, terutama dengan orangtua. Individu mampu melepaskan ketergantungannya
dengan orang tua dan dapat memenuhi kebutuhan kasih sayangnya tanpa adanya
andil dari orang tua.
b) Aspek
behavioral autonomy, yaitu kemampuan untuk membuat suatu keputusan sendiri dan
menjalankan keputusan tersebut. Individu tersebut mampu menjalankan kehidupan
sehari-hari sesuai dengan tingkah laku pribadinya masing-masing.
c) Aspek value
autonomy, yaitu memiliki seperangkat prinsip-prinsip tentang mana yang benar
dan mana yang salah, mengenai mana yang penting dan mana yang tidak penting.
Individu dapat melakukan hal-hal sesuai dengan pendiriannya dan sesuai
denganpenilaiannya tentang perilaku tersebut
Skor dalam setiap item berkisar dari 4 sampai 1, diberikan
untuk item yang bersifat favourabel, sedangkan untuk item yang unfavourabel
bergerak dari 1 sampai 4 (sugiyono, 2013). Beberapa pernyataan
Aspek
1:
a) Jika anda mendapat tugas, maka segera anda kerjakan (fav)
b) Jika dosen memberi tugas, anda langsung menghubungi kakak
untuk membantu mengerjakan (unfav)
c) Anda
akan selalu berusaha sendiri sebisa mungkin (fav)
d) Waktu
anda hanya bisa di kerjakan dengan teman (unfav)
Aspek
2:
a)
meskipun
anda mandiri tapi kebersamaan dengan teman tetap terjaga. (fav)
b)
anda
akan lebih senang sendiri dari pada dengan teman-teman.(unfav)
c)
Anda
mengerjakan terlebih dahulu baru jika adateman yang tanya anda akan
membantunya. (fav)
d)
Jika
ada waktu luang anda akan ngobrol sampai lupa waktu. (unfav)
Kartono (2008) menyatakan bahwa
penyesuaian diri dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk mencapai harmoni
pada diri sendiri dan pada lingkungan, sehingga rasa permusuhan, dengki, iri hati,
prasangka, depresi, kemarahan dan emosi negatif yang lain sebagai respon
pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis habis. Maka dari itu
penyesuaian diri merupakan proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah tingkah
laku individu agar dari perubahan tingkah laku tersebut dapat terjadi hubungan
yang lebih sesuai antara individu dan lingkungannya.
Aspek-aspek Penyesuaian Diri Menurut
Runyon dan Haber (Irene, 2013)menyebutkan bahwa penyesuaian diri yang dilakukan
individu memiliki lima aspek sebagai berikut:
a) Persepsi yang
akurat terhadap realita.
Individu
tersebut mengubah persepsinya tentang kenyataan hidup dan kemudian
menginterpretasikannya,sehingga individumampu menentukan tujuan yangrealistik
sesuai dengan kemampuannya serta mampu mengenali konsekuensi dan tindakannya
agar dapat menuntun pada perilaku yang sesuai.
b) Kemampuan untuk
mengatasi stress dan kecemasan.
Mempunyai
kemampuan mengatasi stres dan kecemasan berarti individu mampu mengatasi
masalah-masalah yang timbul dalam hidup dan mampu menerima kegagalan yang
dialami
c) Self-image
positif
Penilaian diri
yang kita lakukan harus bersifat positif dan negatif. Kita tidak boleh terjebak
pada satu penilaian saja terutama penilaian yang tidak diinginkan, kita harus
berusaha memodifikasi penilaian positif dan negatif tersebut menjadi suatu
perubahan yang lebih luas dan lebih baik. Individu seharusnya mengakui
kelemahan dan kelebihannya, jika seseorang mengetahui dan memahami dirinya
denga cara yang realistik, dia akan mampu mengembangkan potensi, sumber-sumber
dirinya secara penuh.
d) Kemampuan untuk
mengungkapkan perasaan
Individu mampu
mengekspresikan keseluruhan emosi secara realistik dan tetap berada di bawah
kontrol. Masalah-masalah dalam pengungkapan perasaan seperti kurang kontrol
atau adanya kontrol yang berlebihan. Kontrol yang berlebihan dapat menyebabkan
dampak yang negatif, sedangkan kurangnya kontrol akan menyebabkan emosi yang
berlebihan.
e) Hubungan
interpersonal yang baik
Manusia pada
dasarnya adalah makhluk sosial. Sejak kita berada dalam kandungan, kita selalu
tergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti kebutuhan
fisik, sosial dan emosi. Individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik
mampu menciptakan suatu hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain
5.
Teknik Pengumpulan Data
a)
Teknik
Wawancara
Wawancara
dilakukan pada siswi kelas X MA HM Al-Mahrusiyah
b) Teknik Observasi
Kegiatan sehari-hari subyek di Pondok Pesantren Putri
Al-Mahrusiyah
6. Analisis
Data
Analisis data adalah upaya atau
cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut
bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, tertutama masalah yang
berkaitan dengan penelitian.
Adapun
langkah-langkah dalam analisis data, yang diantaranya sebagai berikut ini:
a)
Tahap
pengumpulan data.
b)
Tahap
editing. Pada tahap ini yaitu memeriksa kejelasan maupun kelengkapan mengenai
pengisian instrumen pengumpulan data.
c)
Tahap
koding. Maksudnya pada tahap ini melakukan proses identifikasi dan proses
klasifikasi dari tiap-tiap pernyataan yang terdapat pada instrumen pengumpulan
data berdasarkan variabel yang sedang diteliti.
d)
Tahap
tabulasi. Melakukan kegiatan mencatat ataupun entri data kedalam tebel-tabel
induk dalam penelitian.
e)
Tahap
pengujian. Pada tahapan ini data akan diuji kualitasnya yaitu menguji validitas
maupun realiabilitas instrumen dari pengumpulan data.
f)
Tahap
mendeskripsikan data. Menyajikan dalam bentuk tabel frekuensi ataupun
diagram dan dalam berbagai macam ukuran tendensi sentral maupun ukuran
dispersi. Dengan tujuan untuk memahami karakteristik data sampel dari
penelitian tersebut.
g)
Tahap
pengujian hipotesis. Tahap ini merupakan tahapan pengujian terhadap proposisi
apakah ditolak atau bisa diterima dan memiliki makna atau tidak, atas dasar
hipotesis inilah nantinya keputusan akan dibuat..
Teknik
analisis data dalam penelitian ada 2 (dua) jenis, yang diantaranya
sebagai berikut ini:
a) Teknik analisis data secara
deskriptif.
Teknik
analisis data deskriptif merupakan tekhnik analisis yang dipakai untuk
menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data-data yang
sudah dikumpulkan seadanya tanpa ada maksud membuat generalisasi dari hasil
penelitian.Yang termasuk dalam teknik analisis data statistik deskriptif
diantaranya seperti penyajian data kedalam bentuk grafik, tabel, presentase,
frekwensi, diagram, grafik, mean, modus dll. Itulah penjelasan mengenai
tekhnik analisis data deskriptif.
b) Teknik analisis data secara
inferensial.
Teknik
analisis data inferensia merupakan statistik yang dipakai untuk melakukan
analisis data dengan cara membuat kesimpulan yang berlaku secara umum. Ciri
dari analisi data inferensial yaitu digunakanya rumus statistik tertentu, lalu
hasil perhitungan yang sudah dilakukan itulah yang nantinya akan menjadi dasar
dari pembuatan generalisasi yang berasal dari samber bagi populasi. Dengan
begitu statistik inferensial mempunyai fungsi untuk mengeneralisasikan hasil
dari penelitian sampel untuk populasi, sesuai dengan fungsi itulah maka
statistik inferensial sangat berguna untuk penelitian sampel.Itulah penjelasan
mengenai tekhnik analisis data inferensial.
Korelasi adalah istilah statistik yang
menyatakan derajat hubungan linier (searah bukan timbal balik) antara dua
variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment
Pearson, yakni Kedua variabelnya berskala interval yang bertujuan :
a)
Untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara variabel
X dengan variabel Y
b)
Untuk menyatakan besarnya sumbangan variabel satu
terhadap yang lainnya yang dinyatakan dalam persen.
I.
SISTEMATIKA
PENULISAN
Sistematika merupakan
suatu penjabaran secara deskriptif tentang hal-hal yang akan ditulis, yang
secara garis besar terdiri dari bagian awal, bagian isi dan bagian akhir.[3].
Sistematika
penulisan skripsi model penelitian kuantitatif yang akan saya kerjakan
bahwasannya.
A.
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar
belakang masalah
b. Identifikasi
masalah
c. Pembatasan
dan perumusan masalah
d. Tujuan
dan signifikasi penelitian
e. Sistematika
penulisan
B.
BAB II LANDASAN TEORI PENELITIAN
a. Deskripsi
teori
b. Kerangka
berfikir
c. Hipotesis.
C.
BAB III KERANGKA METODOLOGIS
a. Metode
penelitian
b. Populasi,
sampel dan teknik penarikan sampel
c. Instrumentasi
penelitian
d. Teknik
pengumpulan data
e. Teknik
analisis data
D.
BAB IV HASIL PENELITIAN
a. Deskripsi
daerah/institusi
b. Deskripsi
karakteristik responden
c. Penyajian
analisis data
d. Interpretasi
hasil penelitian.
E.
BAB V PENUTUP
a. Kesimpulan
b. Rekomendasi
International Journal of Scientific
Research in Education, Desember 2012, Vol. 5 (4), 287-291.Konsep budaya Belajar
dan Pengembangan Waitshega Tefo MOCHAMA KENYA Moalosii Departemen Yayasan
PendidikanUniversity of Botswana
Jurnal
hubungan antara kemandirian dengan penyesuaian diripada mahasiswa baru yang
merantau di kota malang
Jurnal hubungan antara kemandirian dengan penyesuaian diri pada mahasiswa yang merantau
fakultas teknik industri universitas bina darma angkatan 2014/2015 palembang
Jurnal
Zimmer-Gembeck
Musdalifah. (2007). Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik), Jakarta:
Rineka Cipta
Irene. (2013).Perbedaan Tingkat Kemandirian dan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantauan
Suku Batak Ditinjau Dari Jenis Kelamin.Jurnal Psikologi.Vol. 01. Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya
Steinberg.(2002). Psikologi umum. Bandung : Tarsito
Sugiyono. (2013). Metodelogi Penelitian. Bandung:
Penerbit : CV. Alfa Beta
Kartono, K. (2008). Bimbingan Anak dan Remaja yang Bermasalah. Jakarta:
Rajawali Pers.
Santrock, J. W. (2002). Life Span Development. Dallas: Brown And Bench Mark
Inc
Wijaya, N. (2007). Hubungan Antara Keyakinan Diri Akademik Dengan
Penyesuaian Diri Siswa Tahun Pertama Sekolah Asrama SMA Pangudi Luhur Van Lith
Muntilan. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Patriana, P. (2007). Hubungan Antara Kemandirian Dengan Motivasi Bekerja
Sebagai Pengajar Les Privat Pada Mahasiswa Di Semarang. Skripsi.
Semarang:Universitas Diponegoro
Firman. (2009). Hubungan antara penyesuaian diri dengan kemandirian :Bineka
cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar