AUTISME
Makalah
ini disusun guna memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Diagnosis
Kesulitan Belajar
Dosen
Pengampu :
Uswatun
Hasanah, M.Psi

Disusun
oleh :
Nadya
Khussotu Birliana
(2013.06.0.0087)
PRODI PSIKOLOGI ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI (IAIT) KEDIRI
2016
AUTISME
A.
Pembahasan
Masalah
Autisme berasal dari istilah dalam bahasa Yunani; „aut‟ = diri sendiri, isme‟ orientation/state=
orientasi/keadaan. Maka autisme dapat diartikan sebagai kondisi seseorang yang
secara tidak wajar terpusat pada dirinya sendiri; kondisi seseorang yang
senantiasa berada di dalam dunianya sendiri.
Istilah “autisme” pertama kali diperkenalkan oleh Leo Kanner
pada tahun 1943, selanjutnya ia juga memakai istilah “Early Infantile Autism”,
atau dalam bahasa Indonesianya diterjemahkan sebagai “Autisme masa kanak-kanak”
. Hal ini untuk membedakan dari orang dewasa yang menunjukkan gejala autisme
seperti ini
Suatu ketidakmampuan berhubungan dengan orang
lain,keterlambatan dalam behasa dan perilaku yang sering diulang ulang.
Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang
ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif,
bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
Kata-kata Autisme sudah tidak begitu asing lagi bila kita
mendengarnya, di zaman sekarang pun anak-anak autisme sudah begitu mudah untuk
kita jumpai.
Kerena hal tersebut maka kami sangat tertarik untuk
melakukan observasi mengenai perilaku pada anak autis serta
mengklasifikasikannya.
B.
Penyebab
Autisme
Beberapa tahun yang lalu, penyebab
autisme masih merupkan suatu misteri, oeh karena itu banyak hipotesis yang
berkembang mengenai penyebab autisme. Salah satu hipotesis yang kemudian
mendapat tanggapan yang luas adalah teori “ibu yang dingin”. Menurut teori ini
dikatakan bahwa anak masuk ke dalam dunianya sendiri oleh karena merasa ditolak
oleh ibu yang dingin. Teori ini banyak yang menentang karena banyak ibu yang
bersifat hangat tetap mempunyai anak yang menunjukkan ciri-ciri autisme.
Teori tersebut tidak memberi
gambaran secara pasti, sehingga hal ini mengakibatkan penanganan yang diberikan
kurang tepat bahkan tidak jarang berlawanan dan berakibat kurang menguntungan
bagi pekembangan individu autisme.Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
terutama di bidang kedokteran akhir-akhirini telah menginformasikan individu
dengan gangguan autisme mengalami kelainan neurobiologis pada susunan saraf
pusat. Kelainan ini berupa pertumbuhan sel otak yang tidak sempurna pada
beberapa bagian otak. Gangguan pertumbuhan sel otak ini, terjadi selama
kehamilan, terutama kemahilan muda dimana sel-sel otak sedang dibentuk
C. Karakteristik Autisme
Karakteristik
gangguan autisme pada sebagian individu sudah mulai muncul sejak bayi. Ciri
yang sangat menonjol adalah tidak ada kontak mata dan reaksi yang sangat minim
terhadap ibunya atau pengasuhnya.Ciri ini semakin jelas dengan bertambahnya
umur. Pada sebagian kecil lainnya dari individu penyandang autisme,
perkembangannya sudah terjadi secara “.relatif normal”. Pada saat bayi sudah
menatap, mengoceh, dan cukup menunjukkan reaksi pada orang lain, tetapi
kemudian pada suatu saat sebelum usia 3 tahun ia berhenti berkembang dan terjadi
kemunduran. Ia mulai menolak tatap mata, berhenti mengoceh, dan tidak bereaksi
terhdap orang lain.
D.
Macam-Macam
Gangguan Pada Autisme
1.
Gangguan
dalam komunikasi
Ø terlambat bicara, tidak ada usaha
untuk berkomunikasi dengan gerak dan mimic
Ø meracau dengan bahasa yang tidak
dapat dimengerti orang lain
Ø sering mengulang apa yang dikatakan
orang lain
Ø meniru kalimat-kalimat iklan atau
nyanyian tanpa mengerti
Ø bicara tidak dipakai untuk
komunikasi
Ø bila kata-kata telah diucapkan, ia
tidak mengerti artinya.
Ø tidak memahami pembicaraab orang
lain
Ø menarik tangan orang lain bila
menginginkan sesuatu
2.
Gangguan
dalam interaksi sosial
Ø menghindari atau menolak kontak mata
Ø tidak mau menengok bila dipanggil
Ø lebih asik main sendiri
Ø bila diajak main malah menjauh
Ø tidak dapat merasakan empati
3.
Gangguan
dalam tingkah laku
Ø asyik main sendiri
Ø tidak acuh terhadap lingkungan
Ø tidak mau diatur, semaunya
Ø menyakiti diri.
Ø melamun, bengong dengan tatapan mata
kosong
Ø kelekatan pada benda tertentu
Ø tingkah laku tidak terarah, mondar mandir
tanpa tujuan, lari-lari, manjat-manjat, berputar-putar, melompat-lompat,
mengepak-ngepak tangan, berteriak-teriak, berjalan berjinjit-jinjit.
4.
Gangguan
dalam emosi
Ø rasa takut terhadap objek yang
sebenarnya tidak menakutkan
Ø tertawa, menangis, marah-marah
sendiri tanpa sebab
Ø tidak dapat mengendalikan emosi;
ngamuk bila tidak mendapatkan keinginannya
5.
Gangguan
dalam sensoris atau penginderaan
Ø menjilat-jilat benda
Ø mencium benda-benda atau makanan
Ø menutup telinga bila mendengar suara
kerasdengan nada tertentu
Ø tidak suka memakai baju dengan bahan
yang kasar
FORMAT
DIAKNOSIS KESULITAN BELAJAR
A. Identifikasi
Siswa
·
Nama :
MKA (Nama Inisial)
·
Tanggal Lahir :26
April 2005
·
Jenis Kelamin : Laki-Laki
·
Alamat :
Mojoroto
·
Sekolah :
SLB Kediri
·
Anak Ke :
1
·
Tinggal Bersama :
Orang Tua
B. Jenis
Kesulitan Belajar
·
Susah mengatakan sesuatu
·
Selalu bermain sendiri
·
Hiperaktif
·
Terkadang merenung sendiri
·
Lebih sering memainkan sesuatu yang menarik
·
Cenderung bosan dan memainkan jari-jari tangan
C. Faktor
Penyebab
·
Penyebabnya tidak disadari oleh orang tuanya
D. Rencana
Tidak Lanjut Penanganan
·
Tidak ada rencana untuk tidak melanjutkan penanganan
karena orang tuanya akan selalu berusaha semaksimal mungkin.
E. Bentuk
Penanganan
·
Metode yang digunakan dalam proses pengamatan adalah
metode wawancara pada keluarganya dan observasi
F. Evaluasi
·
Subjek
sepertinya sering berekspresi dengan wajah yang datar dan sesekali subjek
mengerakkan tangannya seperti sedang geram. Subjek sepertinya sudah dapat
mengikuti perintah dari terapis. Tapi subjek sering juga mengabaikan
perintah-perintah yang diperintahkan kepada subjek
·
Perilaku
yang kami dapatkan dari subjek yaitu:
Ø Sulit berbicara dan mengungkapkan
sesuatu yang diinginkan,
Ø Hiperaktif dengan gerakkannya yang
cepat subjek bermain lompat-lompat dan berpindah dari mainan satu ke mainan
yang lain.
Ø Senang dengan sesuatu yang menarik
seperti gorden yang berupa kain panjang yang indah ketika melambai-lambai
Ø Saat subjek berbicara sangat sulit
mengikuti kata-kata orang lain, intonasinya kurang, berbicara tanpa suara dan
hanya menggerak-gerakkan mulut serta tak beraturan
G. Identitas
Interpreter
·
Nama :
Nadya Khussotu Birliana
·
Tanggal Penanganan :
14,21 dan 28 april 2016
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar