Jumat, 06 Mei 2016

DKB



AUTISME
Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Diagnosis Kesulitan Belajar


Dosen Pengampu :
Uswatun Hasanah, M.Psi


01.LOGO IAIT.png


Disusun oleh :
Nadya Khussotu Birliana
(2013.06.0.0087)


PRODI PSIKOLOGI ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI (IAIT) KEDIRI
2016




AUTISME


A.    Pembahasan Masalah

Autisme berasal dari istilah dalam bahasa Yunani; „aut = diri sendiri, isme orientation/state= orientasi/keadaan. Maka autisme dapat diartikan sebagai kondisi seseorang yang secara tidak wajar terpusat pada dirinya sendiri; kondisi seseorang yang senantiasa berada di dalam dunianya sendiri.
Istilah “autisme” pertama kali diperkenalkan oleh Leo Kanner pada tahun 1943, selanjutnya ia juga memakai istilah “Early Infantile Autism”, atau dalam bahasa Indonesianya diterjemahkan sebagai “Autisme masa kanak-kanak” . Hal ini untuk membedakan dari orang dewasa yang menunjukkan gejala autisme seperti ini
Suatu ketidakmampuan berhubungan dengan orang lain,keterlambatan dalam behasa dan perilaku yang sering diulang ulang.
Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
Kata-kata Autisme sudah tidak begitu asing lagi bila kita mendengarnya, di zaman sekarang pun anak-anak autisme sudah begitu mudah untuk kita jumpai.
Kerena hal tersebut maka kami sangat tertarik untuk melakukan observasi mengenai perilaku pada anak autis serta mengklasifikasikannya.

B.     Penyebab Autisme

Beberapa tahun yang lalu, penyebab autisme masih merupkan suatu misteri, oeh karena itu banyak hipotesis yang berkembang mengenai penyebab autisme. Salah satu hipotesis yang kemudian mendapat tanggapan yang luas adalah teori “ibu yang dingin”. Menurut teori ini dikatakan bahwa anak masuk ke dalam dunianya sendiri oleh karena merasa ditolak oleh ibu yang dingin. Teori ini banyak yang menentang karena banyak ibu yang bersifat hangat tetap mempunyai anak yang menunjukkan ciri-ciri autisme.
Teori tersebut tidak memberi gambaran secara pasti, sehingga hal ini mengakibatkan penanganan yang diberikan kurang tepat bahkan tidak jarang berlawanan dan berakibat kurang menguntungan bagi pekembangan individu autisme.Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang kedokteran akhir-akhirini telah menginformasikan individu dengan gangguan autisme mengalami kelainan neurobiologis pada susunan saraf pusat. Kelainan ini berupa pertumbuhan sel otak yang tidak sempurna pada beberapa bagian otak. Gangguan pertumbuhan sel otak ini, terjadi selama kehamilan, terutama kemahilan muda dimana sel-sel otak sedang dibentuk
C.    Karakteristik Autisme
Karakteristik gangguan autisme pada sebagian individu sudah mulai muncul sejak bayi. Ciri yang sangat menonjol adalah tidak ada kontak mata dan reaksi yang sangat minim terhadap ibunya atau pengasuhnya.Ciri ini semakin jelas dengan bertambahnya umur. Pada sebagian kecil lainnya dari individu penyandang autisme, perkembangannya sudah terjadi secara “.relatif normal”. Pada saat bayi sudah menatap, mengoceh, dan cukup menunjukkan reaksi pada orang lain, tetapi kemudian pada suatu saat sebelum usia 3 tahun ia berhenti berkembang dan terjadi kemunduran. Ia mulai menolak tatap mata, berhenti mengoceh, dan tidak bereaksi terhdap orang lain.

D.    Macam-Macam Gangguan Pada Autisme
1.      Gangguan dalam komunikasi
Ø  terlambat bicara, tidak ada usaha untuk berkomunikasi dengan gerak dan mimic
Ø  meracau dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti orang lain
Ø  sering mengulang apa yang dikatakan orang lain
Ø  meniru kalimat-kalimat iklan atau nyanyian tanpa mengerti
Ø  bicara tidak dipakai untuk komunikasi
Ø  bila kata-kata telah diucapkan, ia tidak mengerti artinya.
Ø  tidak memahami pembicaraab orang lain
Ø  menarik tangan orang lain bila menginginkan sesuatu


2.      Gangguan dalam interaksi sosial
Ø  menghindari atau menolak kontak mata
Ø  tidak mau menengok bila dipanggil
Ø  lebih asik main sendiri
Ø  bila diajak main malah menjauh
Ø  tidak dapat merasakan empati

3.      Gangguan dalam tingkah laku
Ø  asyik main sendiri
Ø  tidak acuh terhadap lingkungan
Ø  tidak mau diatur, semaunya
Ø  menyakiti diri.
Ø  melamun, bengong dengan tatapan mata kosong
Ø  kelekatan pada benda tertentu
Ø  tingkah laku tidak terarah, mondar mandir tanpa tujuan, lari-lari, manjat-manjat, berputar-putar, melompat-lompat, mengepak-ngepak tangan, berteriak-teriak, berjalan berjinjit-jinjit.
4.      Gangguan dalam emosi
Ø  rasa takut terhadap objek yang sebenarnya tidak menakutkan
Ø  tertawa, menangis, marah-marah sendiri tanpa sebab
Ø  tidak dapat mengendalikan emosi; ngamuk bila tidak mendapatkan keinginannya
5.      Gangguan dalam sensoris atau penginderaan
Ø  menjilat-jilat benda
Ø  mencium benda-benda atau makanan
Ø  menutup telinga bila mendengar suara kerasdengan nada tertentu
Ø  tidak suka memakai baju dengan bahan yang kasar





FORMAT DIAKNOSIS KESULITAN BELAJAR

A.    Identifikasi Siswa
·         Nama                    : MKA (Nama Inisial)
·         Tanggal Lahir       :26 April 2005
·         Jenis  Kelamin      : Laki-Laki
·         Alamat                 : Mojoroto
·         Sekolah                : SLB Kediri
·         Anak Ke               : 1
·         Tinggal Bersama  : Orang Tua

B.     Jenis Kesulitan Belajar
·         Susah mengatakan sesuatu
·         Selalu bermain sendiri
·         Hiperaktif
·         Terkadang merenung sendiri
·         Lebih sering memainkan sesuatu yang menarik
·         Cenderung bosan dan memainkan jari-jari tangan

C.     Faktor Penyebab
·         Penyebabnya tidak disadari oleh orang tuanya

D.    Rencana Tidak Lanjut Penanganan
·         Tidak ada rencana untuk tidak melanjutkan penanganan karena orang tuanya akan selalu berusaha semaksimal mungkin.

E.     Bentuk Penanganan
·         Metode yang digunakan dalam proses pengamatan adalah metode wawancara pada keluarganya dan observasi

F.      Evaluasi
·         Subjek sepertinya sering berekspresi dengan wajah yang datar dan sesekali subjek mengerakkan tangannya seperti sedang geram. Subjek sepertinya sudah dapat mengikuti perintah dari terapis. Tapi subjek sering juga mengabaikan perintah-perintah yang diperintahkan kepada subjek

·         Perilaku yang kami dapatkan dari subjek yaitu:
Ø  Sulit berbicara dan mengungkapkan sesuatu yang diinginkan,
Ø  Hiperaktif dengan gerakkannya yang cepat subjek bermain lompat-lompat dan berpindah dari mainan satu ke mainan yang lain.
Ø  Senang dengan sesuatu yang menarik seperti gorden yang berupa kain panjang yang indah ketika melambai-lambai
Ø  Saat subjek berbicara sangat sulit mengikuti kata-kata orang lain, intonasinya kurang, berbicara tanpa suara dan hanya menggerak-gerakkan mulut serta tak beraturan

G.    Identitas Interpreter
·         Nama                                : Nadya Khussotu Birliana
·         Tanggal Penanganan        : 14,21 dan 28 april 2016


.








 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SKRIPSI Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian DIri pada Mahasiswa Perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri BAB I PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah Sering kita temui mahasiswa yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar ya...