Minggu, 08 Oktober 2017

SKRIPSI Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian DIri pada Mahasiswa Perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri BAB I PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang Masalah
Sering kita temui mahasiswa yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar yang rela meninggalkan orang tua, kerabat, saudara, sahabat, dan segalanya yang ada di daerah mereka. Terutama mahasiswa yang meninggalkan daerahnya dan hanya kembali ke rumah jika tugas mereka telah usai. Seperti halnya mahasiswa yang tinggal di kos-kosan atau mungkin tinggal di pesantren, mahasiswa seperti mereka patut di beri acungan jempol karena merelakan jiwa dan raganya untuk mencari ilmu di kota orang.

Sebagian mahasiswa yang berasal dari luar kota biasanya memilih untuk memiliki tempat tinggal sementara dekat perguruan tinggi tempat mereka mengenyam pendidikan dengan tujuan mempermudah mobilitas selama masa belajar. Mereka ada yang mengontrak rumah, tinggal di asrama milik universitas, dan juga dapat memilih untuk tinggal di tempat kost.[1]
Orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik mempelajari berbagai keterampilan sosial seperti kemampuan untuk menjalin hubungan secara diplomatis dengan orang lain baik teman maupun orang yang tidak kenal sehingga sikap orang lain terhadap mereka menyenangkan.[2]
Menurut Havighurst perkembangan sosial yang harus dicapai pada masa remaja[3] yaitu:
1.      Mencapai hubungan sosial yang lebih matang dengan teman-teman sebayanya baik dengan teman sejenis maupun dengan teman lawan jenisnya.artinya para remaja menjadi manusia dewasa diantara orang-orang dewasa.mereka dapat bekerjasama dengan orang lain dengan tujuan bersama, dapat menahan dan mengendalikan perasaan-perasaan peribadi dan belajar memimpin orang lain dengan atau tanpa dominasi.
2.      Dapat menjalankan peranan sosial menurut jenis kelamin masing-masing.artinya mempelajari dan menerima peranan masing-masing sesuai dengan ketentuan dan norma masyarakat.
3.      Memperlihatkan tingkah laku yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan artinya ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial sebagai orang dewasa, menghormati serta mentaati nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat.
Kemandirian itu tumbuh atas tuntutan yang harus di lakukan dalam penyesuaian diri karena keberadaannya di lingkungan yang baru serta keadaan yang berbeda dari lingkungan tanah kelahirannya.
Kemandirian dan penyesuaian diri padamahasiswa awal tahun perkuliahan memang perludibicarakan karena mahasiswa awal tahun perkuliahanberarti sedang berada pada masa transisi dan penyesuaiandiri dengan lingkungan akademis yang baru. Mahasiswaawal tahun dalam perkuliahan ini dituntut untuk mandiridan memiliki kemampuan menghadapi perubahanstruktur kehidupan sosial, maupun akademisnya. Setiapmahasiswa tingkat awal, terutama yang jauh dari orangtua, harus memiliki tingkat kemandirian yang lebihdaripada mahasiswa yang tinggal bersama orang tua.[4]
Menurut Esther (2009) Pada umumnya mahasiswa yang merantau dihadapkan pada masalah-masalah seperti mengurus keperluan sehari-hari seorang diri, bertemu dengan teman-teman baru yang berbeda latar belakang dan usia di tempat tinggal mereka , maupun di dalam perkuliahan, menghadapi situasi perkuliahan yang berbeda dengan bangku SMA, sampai masalah mengatasi rasa rindu pada orang tua di rumah.[5]
Alasan peneliti mengambil tema kemandirian yang digabungkan dengan penyesuaian sosial  adalah karena berdasarkan pengamatan peneliti tentang banyaknya mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri yang kemandirian  dan penyesuaian sosialnya berhubungan.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri yang berdomosili di pondok pesantren dan di kost yang notabenenya mereka adalah mahasiswa yang merantau dan rela meninggalkan segalanya dari tanah kelahiran.
Selain itu, peneliti juga akan memaparkan tentang hubungan serta perbedaan antara kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa perantau yang berdomisili di pondok pesantren serta kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa yang domisilinya berada di kost.
B.       Rumusan Masalah
1.    Bagaimana kemandirian mahasiswa perantau di pondok dan di kost?
2.    Bagaimana penyesuaian diri mahasiswa perantau di pondok dan di kost?
3.    Bagaimana hubungan antara kemandirian dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau di pondok dan di kost ?
C.      Tujuan Penelitian
1.    Untuk mengetahui kemandirian mahasiswa perantau di pondok dan di kost
2.    Untuk mengetahui penyesuaian diri pada mahasiswa perantau di pondok dan di kost
3.    Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau di pondok dan di kost






D.      Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
a.    Menambah keilmuan bidang kemandirian, terutama untuk meningkatkan kemandirian mahasiswa perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
b.    Menambah wawasan dalam penyesuain diri di bidang akademik serta lingkungan tempat tinggal mahasiswa perantau.
2.    Manfaat Praktis
a.    Untuk acuan menjadi mahasiswa yang dapat mengembangkan kemandiriannya.
b.    Memudahkan mahasiswa dalam menyesuaikan diri.
c.    Dapat dijadikan motivasi untuk menjadi anak mandiri dan dapat berbaur dengan baik.
E.       Hipotesis Penelitian
Hipotesis Penelitian merupakan jawaban sementara atas masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.[6]
Hipotesis alternatif (Ha).
Adanya hubungan antara kemandirian dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau baik yang berdomisili di pondok maupun yang di kost.
Anggraini (2013), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif yang berarti antara kemandirian dan penyesuaian diri pada mahasiswa baru yang merantau untuk berkuliah di Malang.[7]
Menurut Crededan Niehorster, faktor yangmempengaruhi penyesuaian diri terhadapperguruan tinggi adalah self-efficacy. Hal initerlihat dari hasil penelitiannya yangmenunjukkan bahwa penyesuaian diri terhadapperguruan tinggimempunyai hubungan yangpositif terhadap self-efficacy pada mahasiswa danterlihat juga bahwa hubungan tersebut tergolongdalam kategori kuat.Dalam penelitian yangdilakukan oleh Elias, dkk jugamenunjukkan bahwa mahasiswa yang mempunyaiself-efficacy yang kuat cenderung mempunyaipenyusuaian diri yang bagus di lingkunganperguruan tinggi.[8]Dalam masa transisi sebagai mahasiswa baru, seseorang secara tidak langsung melakukan penyesuaian diri di perguruan tinggi.[9]
Beberapa alasan mahasiswa perantau adalah untuk mencari pendidikan yang lebih baik, ingin merasakan sesuatu yang baru di daerah yang baru, terbebas dari orang tua, mengetahui dan mengenal adat dan budaya daerah lain, ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru serta ingin melatih diri agar lebih mandiri.

F.       Definisi Operasional
Definisi Operasional adalah definisi yang didasari atas sifat-sifat sesuatu  yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk penggalian sebuah makna yang tersirat dalam sebuah peristiwa, orang, benda, yang menjadi fokus penelitian.[10]
Definisi Operasional ini membahas mengenai hubungan kemandirian dan  penyesuaian diripada mahasiswa perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
Adapun definisi operasional yang akan dibuat adalah :
1.        Kemandirian mahasiswa menghadapi berbagai permasalahan di pondok ataupun di kos baik dari tugas kampus maupun lingkungan sekitar tempat tinggal mahasiswa perantau.
2.        Penyesuaian diri mahasiswa perantau di lingkungan tempat tinggalnya.








G. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan suatu penjabaran tentang hal-hal yang akan ditulis, yang secara garis besar terdiri dari bagian awal, bagian utama / inti dan bagian akhir.
Adapun sistematika penulisan yang penulis gunakan adalah:
BAB I : Pendahuluan, yang berisi : a) Latar Belakang Masalah, b) Rumusan Masalah, c) Tujuan Penelitian, d) Manfaat Penelitian, e) Hipotesa Penelitian, f) Definisi Operasional, dan g) Sistematika Penulisan.
BAB II : Kajian Teori, yang berisi teori untuk memperkuat penelitian, tentang: a) kemandirian mahasiswa perantau, b) penyesuaian diri, serta c) hubungan serta  perbedaan kemandirian dan penyesuaian diri antara yang berdomisili di pondok dan di kost.
BAB III : Metode Penelitian, yang berisi: a) Rancangan Penelitian, b) Populasi dan Sampel, c) Instrumen Penelitian, d) Teknik Pengumpulan Data, dan e) Teknik Analisis Data.
BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan, yang berisi: a) Hasil Penelitian dan b) Pembahasan Penelitian.
BAB V : Penutup yang berisi: a) Kesimpulan dan b) Saran.



[1] Aryanti Christin PhanggaYoku, “Hubungan Antara Kemandirian Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Program Penelusuran Pengembangan Dan Potensi Putra Dan Putri Papua (P5) Kabupaten Jayapura Di Kota Salatiga”, (Skripsi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Salatiga, 2016), h.6.
[2] Hurlock, Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Jakarta : Erlangga. 1994, h. 287.
[3] Rifa’i, M.S, Psikologi Perkembangan Remaja Dari Segi Kehidupan Sosial. (Jakarta : Bina Aksara.1987), h. 23.
[4]Lidya Irene Saulina Sitorus Hadi Warsito WS, “Perbedaan Tingkat Kemandirian dan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantauan Suku Batak ditinjau dari Jenis Kelamin”, Character, Volume 01, Nomor 02, (2013), h. 2
[5]Aryanti Christin PhanggaYoku, “Hubungan Antara Kemandirian Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Program Penelusuran Pengembangan Dan Potensi Putra Dan Putri Papua (P5) Kabupaten Jayapura Di Kota Salatiga”, (Skripsi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Salatiga, 2016), h.1.
[6] Pedoman Penulisan Skripsi (Kediri:IAIT Press Cetakan iv,2016),h. 6.
[7]Aryanti Christin PhanggaYoku, “Hubungan Antara Kemandirian Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Program Penelusuran Pengembangan Dan Potensi Putra Dan Putri Papua (P5) Kabupaten Jayapura Di Kota Salatiga”, (Skripsi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Salatiga, 2016), h.3.
[8]M. Irfan, dan Veronika Suprapti,“Hubungan Self-Efficacy Dengan Penyesuaian Diri Terhadap Perguruan Tinggi Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Airlangga” Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan Volume 3, No. 3, (Desember 2014), h. 176.
[9] Ibid., h. 173.
[10] Pedoman Penulisan Skripsi (Kediri:IAIT Press Cetakan iv,2016),h. 25.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SKRIPSI Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian DIri pada Mahasiswa Perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri BAB I PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah Sering kita temui mahasiswa yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar ya...