Selasa, 06 Juni 2017

BAB I Hubungan kemandirian denganpenyesuaian diri pada mahasiswa perantau di IAIT Kediri

BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah
Sering kita temui mahasiswa yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar yang rela meninggalkan orang tua, kerabat, saudara, sahabat, dan segalanya yang ada di daerah mereka.

Terutama mahasiswa yang meninggalkan daerahnya dan hanya kembali ke rumah jika tugas mereka telah usai. Seperti halnya mahasiswa yang tinggal di kos-kosan atau mungkin tinggal di pesantren, mahasiswa seperti mereka patut di beri acungan jempol karena merelakan jiwa dan raganya untuk mencari ilmu di kota orang.
Kemandirian adalah Sikap mandiri seseorang tidak terbentuk dengan cara yang mendadak, namun melalui proses sejak masa anak-anak. Dalam perilaku mandiri antar individu tidak sama, kondisi ini dipengaruhi oleh banyak hal. Hal yang mempengaruhi atau faktor penyebab sikap mandiri seseorang itu dibagi menjadi dua, yaitu faktor dari dalam individu dan faktor dari luar individu.
Penyesuaian diri atau adaptasi adalah suatu proses alamiah dan dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar tercipta hubungan yang lebih sesuai antara kondisi diri dengan kondisi lingkungannya.[1]
Penyesuaian diri bertujuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri.[2]
Transisi dalam kehidupan menghadapkan individu pada perubahan-perubahan dan tuntutan-tuntutan sehingga diperlukan adanya penyesuaian diri. Runyon dan Haber mengatakan bahwa setiap orang pasti mengalami masalah dalam mencapai tujuan hidupnya dan penyesuaian diri sebagai keadaan atau sebagai proses.
Mereka terus menerus mengubah tujuannya sesuai dengan keadaan lingkungannya. Individu mengubah tujuan dalam hidupnya seiring dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya. Berdasarkan konsep penyesuaian diri sebagai proses penyesuaian diri yang efektif dapat diukur dengan mengetahui bagaimana kemampuan individu menghadapi
Kemandirian didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam bertingkah laku, merasakan sesuatu, dan mengambil keputusan berdasar kehendaknya sendiri. Peningkatan tanggung jawab, kemandirian, dan menurunnya tingkat ketergantungan remaja terhadap orang tua, adalah perkembangan yang harus dipenuhi individu pada periode remaja akhir.[3]
Menurut Calhoun dan Acocella, penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri di lingkungannya. Dan proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan sekitar tempat individu hidup.[4]
Sedangkan menurut Gerungan menjelaskan bahwa menyesuaikan diri itu diartikan dalam artian yang luas, dan dapat berarti mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri.[5]
Kemandirian itu tumbuh atas tuntutan yang harus di lakukan dalam penyesuaian sosial karena keberadaannya di lingkungan yang baru serta keadaan sosial yang berbeda dari lingkungan tanah kelahirannya.
Alasan peneliti mengambil tema kemandirian yang digabungkan dengan penyesuaian sosial  adalah karena berdasarkan pengamatan peneliti tentang banyaknya mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri yang kemandirian  dan penyesuaian sosialnya berhubungan.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri yang berdomosili di pondok pesantren dan di kost yang notabenenya mereka adalah mahasiswa yang merantau dan rela meninggalkan segalanya dari tanah kelahiran.
Selain itu, peneliti juga akan memaparkan tentang hubungan serta perbedaan antara kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa perantau yang berdomisili di pondok pesantren serta kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa yang domisilinya berada di kost.





B.       Rumusan Masalah
1.    Bagaimana kemandirian mahasiswa perantau di pondok dan di kost ?
2.    Bagaimana penyesuaian diri mahasiswa perantau di pondok dan di kost?
3.    Bagaimana hubungan dan perbedaan antara kemandirian dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau di pondok dan di kost ?

C.      Tujuan Penelitian
1.    Untuk mengetahui kemandirian mahasiswa perantau di pondok dan di kost
2.    Untuk mengetahui penyesuaian diri pada mahasiswa perantau di pondok dan di kost
3.    Untuk mengetahui hubungan dan perbedaan antara kemandirian dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau di pondok dan di kost

D.      Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
a.    Menambah keilmuan bidang kemandirian.
b.    Menambah wawasan dalam penyesuain sosial.
2.    Manfaat Praktis
a.    Untuk acuan menjadi mahasiswa yang dapat mengembangkan kemandiriannya.
b.    Memudahkan mahasiswa dalam menyesuaikan diri.
c.    Dapat dijadikan motivasi untuk menjadi anak mandiri dan dapat berbaur dengan baik.
E.       Hipotesis Penelitian
Hipotesis alternatif (Ha).
Adanya hubungan antara kemandirian dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau baik yang berdomisili di pondok maupun yang di kost. Hubungan ini di dukung dengan teori Musdalifah (2007) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian salah satunya adalah penyesuaian diri.
Pada proses pendewasaan dalam mencapai kesuksesan, mahasiswa perantau dihadapkan pada berbagai perubahan dan perbedaan di berbagai aspek kehidupan yang membutuhkan kepercayaan diri, mandiri serta banyak penyesuaian[6]
Beberapa alasan mahasiswa perantau adalah untuk mencari pendidikan yang lebih baik, bebas kendali dari orang tua, ingin merasakan sesuatu yang baru di daerah yang baru, mengetahui dan mengenal adat dan budaya daerah lain, ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru serta ingin melatih diri agar lebih mandiri. Seiring dengan kemajuan zaman dan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak, maka orang tua mereka memperbolehkan anak-anaknya untuk merantau agar memiliki kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.[7]
Fenomena mahasiswa perantau umumnya bertujuan untuk meraih kesuksesan melalui kualitas pendidikan yang lebih baik pada bidang yang diinginkan. Fenomena ini juga dianggap sebagai usaha pembuktian kualitas diri sebagai orang dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab dalam membuat keputusan[8]

F.       Definisi Operasional
Dalam proposal ini membahas mengenai kemandirian serta penyesuaian sosial mahasiswa perantau yang jauh dari orang tua atau meninggalkan tanah kelahirannya.
Kemandirian didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam bertingkah laku, merasakan sesuatu, dan mengambil keputusan berdasar kehendaknya sendiri. Peningkatan tanggung jawab, kemandirian, dan menurunnya tingkat ketergantungan remaja terhadap orang tua, adalah perkembangan yang harus dipenuhi individu pada periode remaja akhir.[9]
Penyesuaian diri atau adaptasi adalah suatu proses alamiah dan dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar tercipta hubungan yang lebih sesuai antara kondisi diri dengan kondisi lingkungannya.[10]
Adapun definisi operasional yang akan dibuat adalah :
1.        Kemandirian mahasiswa menghadapi berbagai permasalahan di pondok ataupun di kos baik dari tugas kampus maupun lingkungan sekitar tempat tinggal mahasiswa perantau.
2.        Penyesuaian diri mahasiswa perantau di lingkungan tempat tinggalnya.
Ciri-ciri kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa perantau :
Menurut Masrun, kemandirian adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang untuk berbuat bebas, melakukan sesuatu atas dorongan diri sendiri untuk kebutuhan sendiri, mengejar prestasi, penuh ketekunan, serta berkeinginan untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain, mampu berpikir dan bertindak original, kreatif dan penuh inisiatif, mampu memengaruhi lingkungannya, mempunyai rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri, menghargai keadaan diri sendiri, dan memperoleh kepuasan dari usahanya.[11]












G. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan suatu penjabaran tentang hal-hal yang akan ditulis, yang secara garis besar terdiri dari bagian awal, bagian utama / inti dan bagian akhir.
Adapun sistematika penulisan yang penulis gunakan adalah:
BAB I : Pendahuluan, yang berisi : a) Latar Belakang Masalah, b) Rumusan Masalah, c) Tujuan Penelitian, d) Manfaat Penelitian, e) Hipotesa Penelitian, f) Definisi Operasional, dan g) Sistematika Penulisan.
BAB II : Kajian Teori, yang berisi teori untuk memperkuat penelitian, tentang: a) kemandirian mahasiswa perantau, b) penyesuaian diri, serta c) hubungan serta  perbedaan kemandirian dan penyesuaian diri antara yang berdomisili di pondok dan di kost.
BAB III : Metode Penelitian, yang berisi: a) Rancangan Penelitian, b) Populasi dan Sampel, c) Instrumen Penelitian, d) Teknik Pengumpulan Data, dan e) Teknik Analisis Data.
BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan, yang berisi: a) Hasil Penelitian dan b) Pembahasan Penelitian.
BAB V : Penutup yang berisi: a) Kesimpulan dan b) Saran.






[1] Wijaya, N. Hubungan Antara Keyakinan Diri Akademik Dengan Penyesuaian Diri Siswa Tahun Pertama Sekolah Asrama SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Skripsi (Semarang: Universitas Diponegoro, 2007).
[2] Amar, H.R.L. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Penyesuaian Diri Siswa Baru di MAN Tempur Sari Ngawi. Skripsi. ( Malang: Universitas Islam Negri (UIN).2009 )
[3] Steinberg, Adolescence. Sixth edition. (New York: McGraw-Hill.2002)
[4] Wijaya,Hubungan Antara Keyakinan Diri Akademik Dengan Penyesuaian Diri Siswa Tahun Pertama Sekolah Asrama SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Skripsi (Semarang: Universitas Diponegoro, 2007).
[5] Amar, H.R.L. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Penyesuaian Diri Siswa Baru di MAN Tempur Sari Ngawi. Skripsi. ( Malang: Universitas Islam Negri (UIN).2009 )
[6] Chandra, P. E. Trik Bisnis Menuju Sukses. (Yogyakarta: Grafika Indah. :2004).
[7] Irene, Perbedaan Tingkat Kemandirian dan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantauan Suku Batak Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Jurnal Psikologi. Vol. 01. (Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. 2013).
[8] Santrock, J.W.. Life-Span Development : Perkembangan Masa Hidup.  (Jakarta : Erlangga. 2002)
[9] Steinberg, Adolescence. Sixth edition. (New York: McGraw-Hill.2002)
[10] Wijaya, N. Hubungan Antara Keyakinan Diri Akademik Dengan Penyesuaian Diri Siswa Tahun Pertama Sekolah Asrama SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Skripsi (Semarang: Universitas Diponegoro, 2007).
[11] Patriana. Hubungan Antara Kemandirian Dengan Motivasi Bekerja Sebagai Pengajar Les Privat Pada Mahasiswa Di Semarang. Skripsi. (Semarang: Universitas Diponegoro. 2007).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SKRIPSI Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian DIri pada Mahasiswa Perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri BAB I PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah Sering kita temui mahasiswa yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar ya...