BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
A.
Hasil
Penelitian
1.
Latar
Belakang Obyek
a.
Gambaran
Obyek
1)
Sejarah
Institut Agama Islam Tribakti Kediri
Institut
Agama Islam Tribakti (IAIT) adalah perubahan
nama dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri yang berdiri pada tanggal 09
Muharram 1386 H. Bertepatan dengan tanggal 30 April 1965 M. Dan diresmikan
pembukaannya oleh menteri Agama RI, saat itu yakni Bapak Prof. KH. Syaefudin
Zuhri, pada tanggal 09 Rajab 1386 H. Bertepatan dengan tanggal 25 Oktober 1966
M. dengan 2 (dua) Fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syari’ah.
Untuk
memperkuat eksistensi lembaga pendidikan tinggi tersebut pendiri UIT membentuk
badan wakaf, tepatnya pada tanggal 4 Juli 1967 dengan dua tujuan pokok:
a.
Mengembangkan
ilmu pengetahuan Islam Indonesia
b.
Membantu
Universitas Islam Tribakti dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Dalam
perkembangan selanjutnya UIT Kediri mendapat status diakui dengan SK Menteri
Agama RI. Nomor: 178 Tahun 1970 untuk dua Fakultas, yakni Fakultas Syariah dan Fakultas
Tarbiyah dengan Progam Sarjana Muda. Dengan pertimbangan agar dapat lebih
mengembangkan peranannya, maka pada tanggal 29 Maret 1988, Badan Wakaf Tribakti
diadakan beberapa perubahan, antara lain:
1.
Nama berubah
menjadi Yayasan Pendidikan Islam Tribakti (YPIT) Kediri
2.
Usaha :
a.
Menyelenggarakan
Pendidikan Tinggi, Universitas Islam tribakti (UIT) Kediri
b.
Mendirikan
Madrasah Aliyah
c.
Mendirikan
usaha-usaha untuk kepentingan yayasan.
Sejak
tanggal 8 Shafar 1409 H. bertepatan dengan 19 September 1988 UIT berubah nama
menjadi Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri berdasarkan surat Kopestais
Wil. IV Surabaya Nomor: 123/I/Kop. Wil IV/88 tertanggal 19 September 1988. Pada
saat terjadinya perubahan nama, dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri
menjadi Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, lembaga ini membuka lagi
satu Fakultas yaitu Fakultas Dakwah dan mengadakan Progam strata Satu untuk
seluruh Fakultas, Sejak saat itu Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri
memiliki 3 (tiga) Fakultas, yaitu:
1.
Fakultas
Syari’ah
2.
Fakultas
Tarbiyah
3.
Fakultas Dakwah.
Perubahan
nama tersebut berdasarkan pada keputusan Mentri Agama RI. Nomor: 42 Tahun 1988
tentang lembaga Perguruan Tinggi Agama Swasta dan surat Binbaga Islam di
Jakarta, nomor: E.III/PP.009/AZ/3041/88, tertanggal 25 Juli 1988 perihal
perubahan nama PTAIS dengan PTAIN, baik pembinaan yang terkait dengan aspek
akademik maupun non akademik.
Kesamaan
pola pembinaan IAIT dan IAIN yang cukup menonjol adalah dalam pembinaan
kurikulum dan jenis-jenis fakultas serta jurusannya. Kurikulum Institut Agama
Islam Tribakti (IAIT) Kediri harus mengikuti kurikulum fakultas sejenis pada
IAIN dengan tidak mengabaikan ciri khas Institut Agama Islam Tribakti (IAIT)
Kediri.
Demikian
pada jurusan-jurusan fakultas di lingkungan Institut Agama Islam Tribakti
(IAIT) Kediri mengambil sebagian jurusan pada fakultas di lingkungan IAIN.
Pola
pembinaan tersebut, pada dasarnya mengarah agar Institut Agama Islam Tribakti
(IAIT) Kediri, tahap demi tahap memiliki bobot dan mutu yang setara dengan
IAIN, sehingga lulusan Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri berhak
memperoleh penghargaan yang sama dengan lulusan IAIN.
Dengan
demikian Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri dapat melaksanakan
tanggung jawabnya melalui peran sertanya dalam meneruskan, mengembangkan serta
mengamalkan ilmu pengetahun islam dalam kerangka sisitem pendidikan nasional.
Usaha
pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah mencakup bantuan, bimbingan dan penyantunan yang meliputi berbagai
kegiatan perencanaan, standarisasi, pengaturan dan perizinan PTAIS baru,
pengawasan, penilaian dan bantuan yang dilaksankan terhadap lembaga maupun
progam. Hal ini tidak berarti mengurangi peran dan tanggung jawab Institut
Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri untuk berkembang dengan kekuatannya sendiri
sesuai dengan ciri khas Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
2)
Visi IAIT Kediri
Terwujudnya Perguruan Tinggi yang kompetitif dalam
melakukan pendidikan dan pengajaran, pengabdian kepada masyarakat serta pusat
kajian, penelitian dan informasi ilmu pengetahuan serta teknologi dalam
perspektif Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
3)
Misi IAIT Kediri
1.
Mengantarkan
mahasiswa memiliki kemantapan aqidah, kedalaman spiritual dan keluhuran akhlak,
keluasan ilmu pengetahuan dan kemantapan profesional berfikir dan bersikap
kritis, mandiri, peduli terhadap masyarakat dan berwawasan ke depan.
2.
Mengantarkan
mahasiswa agar dapat memanfaatkan teknologi untuk mengkaji ilmu pengetahuan.
3.
Mengembangkan
ilmu pengetahuan Islam melalui pengkajian dan penelitian ilmiah.
4.
Memberi
keteladanan dalam kehidupan atas dasar ajaran Islam dan falsafah bangsa
Indonesia
4)
Rencana Pencapaian Tujuan dan Strategi IAIT Kediri
1. Memaksimalkan
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2. Menghasilkan sarjana
muslim yang taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri serta memiliki kompetensi
akademik dan professional dalam bidang ilmu agama Islam serta mampu
menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
5)
Kompetensi Lulusan IAIT Kediri yang diharapkan
1.
Beriman, bertaqwa, berakhlak dan berkepribadian mulia
mempunyai sikap ilmiah dan profesional.
2.
Memiliki pengetahuan tentang ilmu-ilmu keislaman secara komprehensif
dan ilmu-ilmu umum.
3.
Memilki ketrampilan berbahasa Indonesia, Arab dan
Inggris.
4.
Memiliki ketrampilan dalam berfikir, mengolah informasi,
mengelola sumber daya, bekerja sama dengan pihak lain dan memanfaatkan
teknologi.
6)
Perkembangan IAIT
Gambaran pola
pembinaan sebagaimana tersebut diatas ternyata telah menunjukkan hasilnya,
buktinya ketika program studi yang dimiliki oleh ketiga Fakultas seluruhnya
telah mendapatkan status Terakreditasi, kecuali program studi baru yang
mendapatkan izin
operasional dan perpanjangan dari Dirjen Pendidikan Islam
Departemen Agama Republik Indonesia.
7)
Fakultas
dan Program Studi di IAIT Kediri
Sebagaimana
terjelaskan dalam Undang-Undang RI nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan
tinggi serta Peraturan Pemerintah RI nomor 4 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi juga Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 49 tahun 2012 tentang
Standart Nasional Pendidikan Tinggi yang secara teknis sebelumnya diatur
melalui Keputusan Menteri Agama nomor 164 tahun 1999 tanggal 24 mei 1999 dan
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departement Pendidikan dan Kebudayaan
RI No. 374/Dikti/Kep/1998 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Pengawasan Program
Studi yang terakreditasi untuk program sarjana di Perguruan Tinggi.
Selanjutnya
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesi nomor 49 tahun 2012 tentang Standart Nasional Pendidikan Tinggi,
Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri menyelenggarakan program pendidikan
Strata Satu (S1) memiliki bobot akademik sejumlah sedikitnya 144 SKS hingga
maksimal 160 SKS dan Program Pascasarjana (S2) dengan bobot akademik sedikitnya
72 SKS. Penyelesaian program pendidikan S1 IAIT Kediri mempunyai alokasi waktu
4 hingga 5 tahun. Adapun Penyelesaian Program Pascasarjana (S2) bisa ditempuh
sedikitnya 1,5 tahun hingga 4 tahun dan kemudian secara teknis akan diatur
tersendiri secara terperinci.
Tabel
4.1 Program Studi yang dilaksanakan oleh Institut Agama Islam Tribakti (IAIT)
Kediri
·
Fakultas
Tarbiyah
No
|
Progam Study
|
Status/SK
|
01
|
Pendidikan Agama Islam (PAI)
|
Terakreditasi
SK:032/BAN-PT/Ak IX/SI/II/2006
Tanggal: 16 Februari 2006
|
02
|
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
(PGMI)
|
Terakreditasi
SK:021/BAN-PT/Ak-XIV/SI/VIII/2011
Tanggal: 18 Agustus 2011
|
· Fakultas Syari’ah
No
|
Progam Study
|
Status/SK
|
01
|
Ahwal
Al-Syahsiyah (AS)
|
Terakreditasi
SK:011/BAN-PT/Ak-XII/SI/V/2009
Tanggal:
29 Mei 2009
|
02
|
Manajemen
Perbankan Syari’ah
(MPS)
|
Terakreditasi
SK:048/BAN-PT/Ak-XIV/SI/I/2012
Tanggal:
6 Januari 2012
|
· Fakultas Dakwah
No
|
Progam Study
|
Status/SK
|
01
|
Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
|
Terakreditasi
SK:045/BAN-PT/Ak-XII/SI/II/2010
Tanggal: 5 Februari 2010
|
02
|
Psikologi Islam (PI)
|
SK Dirjen Pendidikan islam Nomor:
DJ.I/220.B/2007 Tanggal 28 Mei 2007
|
· Progam Pasca Sarjana
No
|
Progam Study
|
Status/SK
|
01
|
Manajemen Pendidikan Islam
|
Terakreditasi B
SK:005/BAN-PT/Ak-X/S2/VI/2012
Tanggal: 8 Juni 2012
|
Dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar,
pelaksanaan Sistem Kredit Semester (SKS) di lingkungan Institut Agama Islam
Tribakti (IAIT) Kediri selalu diupayakan untuk ditingkatkan. Peningkatan
tersebut mencakup kegiatan pembinaan dalam bidang pendidikan dan pengajaran,
serta pengabdian masyarakat.
Dengan demikian pada suatu saat tertentu dapat
diharapkan tercapainya suatu keseimbangan bobot ataupun mutu antara progam
pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
Pelaksanaan perkuliahan di lingkungan Institut Agama
Islam Tribakti (IAIT) Kediri diupayakan dapat membawa suatu pembaharuan,
penyempurnaan dan pengembangan yang positif pada pendidikan agama umumnya dan
pendidikan di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri khususnya.
SKS ini berdasarkan pada masalah irama kecepatan
belajar mahasiswa, penghargaan akan minat pada suatu mata kuliah, perbedaan
tingkat kemampuan individual, kesempatan menabung kredit pint mata kuliah, memberikan
kesempatan untuk berprestasi lebih tinggi dan belajar lebih cepat, mengurangi
penumpukan mahasiswa drop out lantaran kadaluwarsa dan masih banyak lagi
manfaat lainnya, seperti efesiensi ruang kuliah, tenaga dosen dan kematangam
mahasiswa karena kebiasaanya belajar dan bekerja mandiri.
Perubahan sistem
pendidikan tersebut, (5) lima tahun belakangan terakhir menjadi perhatian yang
serius dengan mencoba menerapkan menajeman yang tepat agar berbagai dampak
negatif tidak terjadi, sehingga memungkinkan tercapainya sasaran dan tujuan
yang diharapkan.
Perubahan sistem
pendidikan tersebut, memerlukan perhatian yang serius dengan menajeman yang
tepat agar berbagai dampak negatif tidak terjadi, sehingga memungkinkan
tercapainya sasaran dan tujuan yang diharapkan
8)
Lambang
IAIT
BENTUK DAN ARTI LAMBANG
INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI
(
I A I T ) K E D I R I
1.
Bentuk
dan Lambang
Lingkaran
berbentuk bulat dan berwarna putih di dalamnya tertera tulisan berbahasa Arab (Institut
Agama Islam Tribakti). Di dalam lingkaran lagi berwarna dasar hijau dan di
tengah lingkaran terpampang gambar Ka'bah dengan kokohnya berwarna hitam dan
bergaris empat kemudian dibayangi oleh peta kepulauan Indonesia berwarna putih dan
sebatang pena, bulu sayap berwarna kuning, dibawahnya terdapat kurva berwarna
merah dan mendasari tulisan Kediri.
2.
Arti
Lambang
a. Pena, bulu sayap, melambangkan keilmuan yang tinggi atau kesarjanaan.
b.
Ka'bah dan peta Indonesia, melukiskan berbakti kepada Allah
SWT. dan Rasulullah SAW. (Ka'bah) dan berbakti kepada bangsa dan Negara (Peta
Indonesia) sesuai dengan semboyan Tribakti:
-
Berbakti kepada
Allah SWT
-
Berbakti kepada
Rasulullah SAW
-
Berbakti kepada
Negara
c.
Lima warna, hijau, putih, hitam, merah dan kuning
melambangkan pengamalan Pancasila (Hijau), Suci (Putih), Tabah (Hitam), Berani
(Merah) dan waspada (Kuning).
d.
Bentuk bulat melukiskan teguh pendirian dan iman yang
kuat.
e.
Empat garis pada Ka'bah, melambangkan pada pengamalan
agama berhaluan salah satu madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi'I, Hambali).
3.
Arti
Keseluruhan
Dengan Islam sebagai aqidahnya,
Ahlussunnah sebagai haluannya serta Pancasila sebagai azasnya, Institut Agama
Islam Tribakti (IAIT) bertujuan mencetak sarjana Muslim sejati. Sarjana yang berbakti kepada Allah, Rasulullah, bangsa
dan Negara.
Bertekat pula membentuk sarjana yang berkemampuan
akademis dengan hati suci, tabah dan mengamalkan ajaran Islam, serta dapat
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan damai, waspada dan berani.
STRUKTUR ORGANISASI
YAYASAN PENDIDIKAN
ISLAM TRIBAKTI
(YPIT) KEDIRI
Pengawas : KH. Ilham Nadzir
Pembina : KH. An’im Falahuddin
Mahrus
Ketua
: KH.
Moh, Anwar Mansur
Sekretaris
Umum : HM. Abdulbar, SH.
Sekretaris
I : Prof. Dr. H. Nur Ahid,
M.Ag.
Sekretaris
II : H. Melvien Zainul
Asyiqien, S.HI.
Sekretasi
III : H. Muhammad Ibrohim
Hafidz
Bendahara : KH. Hasan Zamzami
Mahrus
Bendahara
I : KH. Atho’illah
Sholahuddin Anwar
Bendahara
II : H. Muhammad
Bendahara
III : H. Syarif Hidayatulloh
P
I M P I N A N
INSTITUT
AGAMA ISLAM TRIBAKTI
(
I A I T ) K E D I R I
I.
Pimpinan
Institut
Rektor : KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus
Wakil Rektor I : H. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA
Wakil Rektor
II : Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd.
Wakil Rektor
III : Ali Imron, S.Ag., S.Psi., M.Fil.I.
II. Pimpinan
Fakultas
a.
Fakultas
Syari'ah
Dekan : Dr. Rokhmad, M.HI.
Wakil Dekan I : Ahmad, Badi’, S.HI., M.Pd.I.
Wakil Dekan
III : Dra. Hj. Rifqiyawati Zahara, M.HI.
b.
Fakultas Dakwah
Dekan : Drs. Bustomi Musthofa, M.Pd.I
Wakil Dekan I : M. Arif Khoiruddin, S.Sos.I, M.Pd.I
Wakil Dekan
III : Drs. H. Bustanul Arifin, M.Pd.I
c.
Fakultas
Tarbiyah
Dekan : Drs. H. Muslimin, M.Pd.I.
Wakil Dekan I : Yasin Nurfalah, M.Pd.I.
Wakil Dekan
III : Wasito, M.Pd.I.
III. Pimpinan
Pascasarjana
Direktur : Dr. H.
Suko Susilo, M.Si
Ketua Prodi
PAI PPs : Drs. H. Moh.
Badrus, M.Pd.
IV.
Kepala Biro AUAK :
Khanifudin, S.Pd.I
JUMLAH MAHASISWA
Berikut
ini adalah jumlah mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri pada
tahun akademik 2016-2017 berdasarkan prodi.
Tabel 4.2 Jumlah
Mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri Pada Tahun Akademik
2016-2017 Berdasarkan Program
studi.
Prodi
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
Pendidikan Agama Islam (PAI)
|
772
|
333
|
1.105
|
Pendidikan Guru MI (PGMI)
|
257
|
703
|
960
|
Ahwal Syakhsyiyyah (AS)
|
158
|
12
|
170
|
Perbankan Syari’ah (PS)
|
83
|
46
|
129
|
Komunikasi & Penyiaran Islam (KPI)
|
61
|
11
|
72
|
Psikologi Islam (PI)
|
69
|
52
|
121
|
1.400
|
1.157
|
2.557
|
Rupanya pola pembinaan tersebut telah menunjukkan
hasilnya, buktinya ketika progam study yang dimiliki oleh ketiga fakultas
seluruhnya telah mendapatkan status Terakreditasi.
Dari waktu ke waktu Kampus Institut Agama Islam
Tribakti (IAIT) Kediri mengalami perkembangan. Kini Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri telah
sepenuhnya terakreditasi.
Tabel 4.3 Jumlah
Mahasiswa Baru
Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri Pada Tahun
Akademik 2016-2017 Berdasarkan Prodi.
KELAS
|
||||||
PAI
|
PGMI
|
MPS
|
AS
|
PI
|
KPI
|
|
Laki-laki
|
229
|
46
|
20
|
52
|
32
|
17
|
Perempuan
|
83
|
131
|
15
|
1
|
14
|
8
|
Jumlah
|
312
|
177
|
35
|
53
|
46
|
25
|
Sumber: Data Bapak Khanifudin, S.Pd.I selaku Biro AUAK pada tanggal 13 Mei 2017 jam 11.00-11.30 WIB.
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa
jumlah keseluruhannya adalah 648 namun diantaranya berstatus non aktif, yakni sebagai
berikut:
Tabel
4.4 Jumlah Dan Status Mahasiswa
Baru Institut
Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri Pada Tahun
Akademik 2016-2017.
KELAS
|
||||||
PAI
|
PGMI
|
MPS
|
AS
|
PI
|
KPI
|
|
Aktif
|
158
|
28
|
29
|
68
|
36
|
22
|
Non-Aktif
|
154
|
149
|
6
|
5
|
10
|
3
|
Jumlah
|
312
|
177
|
35
|
53
|
46
|
25
|
Sumber : Data Ibu Arini sebagai administrasi
perpustakaan pada tanggal 13 Mei 2017 pukul 11:00-11:15.
b.
Letak Geografis IAI Tribakti Kediri
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Perguruan Tinggi Institut Agama
Islam Tribakti (IAIT) Kediri Jl. KH. Wahid Hasyim No. 62, Telp. (0354) 772879 Kediri 64114.
Secara geografis Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri
terletak dalam kawasan dan lingkungan yang cukup baik dan strategis karena
terletak di sekitar pemukiman dan mudah di jangkau dengan kendaraan.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari batas-batas geografisnya
sebagai berikut [43]:
-
Sebelah
Utara :
Pasar Bandar
-
Sebelah
Timur :
ATM CIMB
-
Sebelah
Selatan : RS Umum Gambiran
-
Sebelah
Barat :
Pemukiman Warga
2.
Penyajian Data
Penyajian data adalah uraian atau paparan tentang
data-data yang dijadikan subyek ke dalam penelitian serta temuan-temuan penting
dari variabel yang diteliti, berdasarkan ciri numerik data tersebut.
Maka dari hasil penelitian yang telah dilakukan
melalui angket setelah item yang tidak valid, di bawah ini disajikan dalam
bentuk tabel tentang hubungan kemandirian dengan penyesuaian
diri pada mahasiswa perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
a.
Variabel 1
(Kemandirian)
Pada
sub ini peneliti akan memaparkan skor angket dalam setiap itemnya. Angket dalam
variabel kemandirian berjumlah 50 item.
Untuk
item yang bersifat favourable
terhitung 4 sampai 1 dan untuk item yang non-favourable
terhitung 1 sampai 4.
b.
Variabel 2
(Penyesuaian Diri)
Pada sub ini peneliti
akan memaparkan skor angket dalam setiap itemnya. Angket dalam variabel
penyesuaian diri berjumlah 60 item.
Untuk item yang
bersifat favourable terhitung 4
sampai 1 dan untuk item yang non-favourable
terhitung 1 sampai 4.
3.
Uji Hipotesis
Hipotesis yang ada
berupa hipotesis alternatif (Ha)
dan Hipotesis nol (Ho), perlu di uji kebenarannya. Ha
menyatakan ada hubungan positif dan signifikasi antara kemandirian
dan penyesuaian diri dan Ho
menyatakan tidak ada hubungan positif dan signifikan antara kemandirian
dan penyasuaian diri.
Besar
angka korelasi antara 0 sampai 1, baik positif maupun negatif. Bila dalam
penghitungan diperoleh angka korelasi lebih dari 1 berarti terjadi kesalahan
penghitungan. Bila angka korelasi itu bertanda negatif. Menunjukkan korelasi
antar variabel itu negatif. Berikut nilai koefisien korelasi :
Interval Koefisien
|
Tingkat Hubungan
|
0,00 – 0,199
|
Sangat rendah
|
0,20 – 0,399
|
Rendah
|
0,40 – 0,599
|
Sedang
|
0,60 – 0,799
|
Kuat
|
0,80 – 1,00
|
Sangat Kuat
|
Berikut ini akan dianalisa apakah ada hubungan positif dan signifikan
antara
kemandirian dan penyesuaian diri
dengan menggunakan korelasi kendall tau sebagai berikut:
Tabel 4.5 Korelasi Kendall Tau Mengenai Hubungan
Kemandirian Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Perantau Di Institut Agama
Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
Correlations
|
||||
kemandirian
|
penyesuaiandiri
|
|||
Kendall's tau_b
|
Kemandirian
|
Correlation Coefficient
|
1,000
|
,318*
|
Sig. (2-tailed)
|
.
|
,016
|
||
N
|
30
|
30
|
||
penyesuaiandiri
|
Correlation Coefficient
|
,318*
|
1,000
|
|
Sig. (2-tailed)
|
,016
|
.
|
||
N
|
30
|
30
|
||
*. Correlation is significant at the 0.05 level
(2-tailed).
|
||||
Pada
tabel Correlations besarnya korelasi antara
kemandirian dan penyesuaian diri adalah 0,318 dengan signifikasi sebesar
0,016 dengan jumlah kasus jalan sebanyak 30. Maka hubungan antara
kemandirian dengan penyesuaian diri lemah atau rendah, dan Hₐ diterima dan Hₒ
ditolak. Adapun pengambilan kesimpulan penerimaan dan penolakan hipotesis
apabila signifikan dibawah atau sama dengan 0,05 maka Hₐ diterima dan Hₒ
ditolak.
Interval Koefisien
|
Tingkat Hubungan
|
0,00 – 0,199
|
Sangat rendah
|
0,20 – 0,399
|
Rendah
|
0,40 – 0,599
|
Sedang
|
0,60 – 0,799
|
Kuat
|
0,80 – 1,00
|
SangatKuat
|
Tabel 4.6 Uji Reliabilitas
Kemandirian Menggunakan Kendall
Tau Mengenai Hubungan Kemandirian Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa
Perantau Di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
Case Processing Summary
|
|||
N
|
%
|
||
Cases
|
Valid
|
30
|
100,0
|
Excludeda
|
0
|
,0
|
|
Total
|
30
|
100,0
|
|
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.
|
|||
Reliability Statistics
|
||
Cronbach's Alpha
|
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
|
N of Items
|
,438
|
,496
|
50
|
Pada tabel
diatas diperoleh Alpha Cronbach's 0,438. Menurut
Anastasia (1982) Reliabilitas yang ideal adalah 0,8. Menurut Long et al,
(dalam Dachlan,2006) bahwa koefisien Alpha Cronbach's > 0,8, maka instrument itu dapat di
terima. Atas dasar dua pendapat tersebut reliabilitas item adalah tidak ideal
atau tidak dapat di terima dan tidak dapat digunakan untuk mengumpulkan data.
B.
Pembahasan
Penelitian
Dalam upaya untuk melakukan penelitian tentang hubungan
kemandirian dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau di institut agama
islam tribakti (IAIT) Kediri, instrumen
penelitian yang digunakan adalah angket untuk mendapatkan data tentang hubungan
kemandirian dengan penyesuaian diri.
Dan instrumen lainnya adalah berupa dokumentasi untuk memperoleh gambaran umum tentang objek
penelitian.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian menggunakan
perhitungan SPSS berupa korelasi kendall tau dengan variabel x = kemandirian, dan variabel y = penyesuaian
diri, besarnya korelasi antara kemandirian dan penyesuaian
diri adalah 0,318 dan nilai
signifikasi sebesar 0,016 dengan
jumlah kasus jalan sebanyak 30.
Besarnya
hubungan dalam analisis korelasi dinyatakan dalam bilangan yang biasanya
disebut koefisien hubungan atau koefisien korelasi. Koefisien yang bertanda
positif menunjukkan arah korelasi positif. Koefisien yang bertanda negatif
menunjukkan arah korelasi negatif, sedangkan koefisien yang bernilai 0,00
menunjukan tidak adanya hubungan antar variabel.[44]
Hubungan
antar variabel dinyatakan dalam bentuk bilangan. Bilangan yang menyatakan besar
kecilnya hubungan itu disebut koefisien korelasi. Koefisien korelasi terletak
antara -1<rxy<1 dengan interpretasi sebagai berikut :
a.
Koefisien = 1
maka hubungan linier positif sempurna.
b.
Koefisien = -1
maka hubungan linier negatif sempurna
c.
Koefisien = 0
tidak ada hubungan linier.
Nilai
koefisien korelasi
0,00 – 0,199 = hubungan positif yang sangat rendah
atau tak berarti.
0,20 – 0,399 = hubungan positif yang lemah atau
rendah.
0,40 – 0,599 = hubungan positif yang sedang atau
cukup
0,60 – 0,799 = hubungan positif yang kuat atau
tinggi
0,80 – 1,00 =
hubungan positif yang sangat kuat atau sangat timggi.
Nilai
koefisien antara variabel x dengan y adalah 0,318, menunjukkan bahwa hubungan
kemandirian dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau di institut agama
islam tribakti (IAIT) Kediri menunjukkan hubungan positif lemah atau rendah,
karena nilai koefisien antara 0,20 – 0,399 menunjukkan kategori hubungan positif lemah atau rendah.
Dengan demikian dapat disimpulkan, secara teoritis bahwa
hubungan kemandirian dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau di
institut agama islam tribakti (IAIT) Kediri dalam perhitungan SPSS menggunakan
korelasi kendall tau tergolong hubungan positif yang lemah atau rendah.
Item-Total Statistics
|
||||||
Scale Mean if Item Deleted
|
Scale Variance if Item Deleted
|
Corrected Item-Total Correlation
|
Squared Multiple Correlation
|
Cronbach's Alpha if Item Deleted
|
||
VAR00001
|
124,93
|
47,444
|
-,079
|
.
|
,458
|
|
VAR00002
|
124,60
|
47,007
|
-,008
|
.
|
,442
|
|
VAR00003
|
125,03
|
44,723
|
,393
|
.
|
,409
|
|
VAR00004
|
125,13
|
48,051
|
-,127
|
.
|
,459
|
|
VAR00005
|
124,00
|
46,000
|
,090
|
.
|
,432
|
|
VAR00006
|
124,07
|
46,340
|
,015
|
.
|
,443
|
|
VAR00007
|
124,70
|
46,217
|
,076
|
.
|
,433
|
|
VAR00008
|
124,67
|
43,954
|
,418
|
.
|
,400
|
|
VAR00009
|
124,90
|
45,817
|
,095
|
.
|
,431
|
|
VAR00010
|
124,30
|
44,769
|
,185
|
.
|
,419
|
|
VAR00011
|
124,30
|
44,493
|
,212
|
.
|
,415
|
|
VAR00012
|
124,07
|
45,168
|
,126
|
.
|
,426
|
|
VAR00013
|
123,23
|
46,461
|
,050
|
.
|
,436
|
|
VAR00014
|
124,17
|
43,730
|
,348
|
.
|
,401
|
|
VAR00015
|
124,60
|
45,628
|
,109
|
.
|
,429
|
|
VAR00016
|
124,43
|
44,806
|
,260
|
.
|
,414
|
|
VAR00017
|
124,17
|
47,868
|
-,112
|
.
|
,453
|
|
VAR00018
|
124,20
|
43,614
|
,327
|
.
|
,401
|
|
VAR00019
|
123,23
|
45,426
|
,152
|
.
|
,424
|
|
VAR00020
|
123,87
|
47,913
|
-,115
|
.
|
,456
|
|
VAR00021
|
123,80
|
47,614
|
-,084
|
.
|
,451
|
|
VAR00022
|
124,70
|
46,424
|
,066
|
.
|
,434
|
|
VAR00023
|
124,87
|
48,326
|
-,190
|
.
|
,455
|
|
VAR00024
|
124,67
|
47,402
|
-,081
|
.
|
,460
|
|
VAR00025
|
123,30
|
44,217
|
,320
|
.
|
,406
|
|
VAR00026
|
123,83
|
47,040
|
-,024
|
.
|
,445
|
|
VAR00027
|
123,70
|
43,321
|
,472
|
.
|
,392
|
|
VAR00028
|
123,23
|
46,944
|
,013
|
.
|
,439
|
|
VAR00029
|
124,60
|
45,834
|
,067
|
.
|
,435
|
|
VAR00030
|
124,47
|
44,326
|
,174
|
.
|
,418
|
|
VAR00031
|
124,53
|
47,085
|
-,062
|
.
|
,459
|
|
VAR00032
|
124,13
|
45,223
|
,180
|
.
|
,421
|
|
VAR00033
|
125,30
|
48,700
|
-,197
|
.
|
,464
|
|
VAR00034
|
124,37
|
45,413
|
,089
|
.
|
,432
|
|
VAR00035
|
123,20
|
46,648
|
,029
|
.
|
,438
|
|
VAR00036
|
124,13
|
47,016
|
-,030
|
.
|
,447
|
|
VAR00037
|
123,63
|
44,930
|
,233
|
.
|
,416
|
|
VAR00038
|
123,87
|
46,257
|
,066
|
.
|
,434
|
|
VAR00039
|
124,93
|
43,513
|
,327
|
.
|
,400
|
|
VAR00040
|
123,43
|
52,047
|
-,401
|
.
|
,510
|
|
VAR00041
|
124,00
|
42,552
|
,382
|
.
|
,389
|
|
VAR00042
|
124,40
|
42,662
|
,351
|
.
|
,392
|
|
VAR00043
|
124,03
|
42,378
|
,453
|
.
|
,383
|
|
VAR00044
|
123,93
|
47,375
|
-,065
|
.
|
,452
|
|
VAR00045
|
124,13
|
45,154
|
,136
|
.
|
,425
|
|
VAR00046
|
123,93
|
49,513
|
-,243
|
.
|
,480
|
|
VAR00047
|
124,37
|
44,309
|
,281
|
.
|
,409
|
|
VAR00048
|
124,17
|
44,213
|
,325
|
.
|
,406
|
|
VAR00049
|
123,93
|
45,857
|
,075
|
.
|
,434
|
|
VAR00050
|
125,37
|
49,137
|
-,256
|
.
|
,468
|
|
Pada tabel
diatas terdapat beberapa item yang tidak valid yaitu berwarna
merah, dengan nilai Corrected Item-Total Correlation disebutkan. Pengambilan kesimpulan item dikatakan valid
jika r hitung > 0,30, dan item tidak valid jika nilai r hitung
< 0,30 (Anastasia, 1982). Dengan demikian item yang berwarna merah tersebut
dilakukan analisis ulang, dengan cara dan proses yang sama.
Uji reliabilitas penyesuaian diri
Case Processing Summary
|
|||
N
|
%
|
||
Cases
|
Valid
|
30
|
100,0
|
Excludeda
|
0
|
,0
|
|
Total
|
30
|
100,0
|
|
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.
|
|||
Reliability Statistics
|
||
Cronbach's Alpha
|
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
|
N of Items
|
,857
|
,873
|
60
|
Pada tabel
diatas diperoleh Alpha Cronbach's 0,857. Menurut
Anastasia (1982) Reliabilitas yang ideal adalah 0,8. Menurut Long et al,
(dalam Dachlan,2006) bahwa koefisien Alpha Cronbach's > 0,8, maka instrument itu dapat di
terima. Atas dasar dua pendapat tersebut reliabilitas item adalah ideal atau
dapat di terima dan dapat digunakan untuk mengumpulan data.
Item-Total Statistics
|
||||||
Scale Mean if Item Deleted
|
Scale Variance if Item Deleted
|
Corrected Item-Total Correlation
|
Squared Multiple Correlation
|
Cronbach's Alpha if Item Deleted
|
||
VAR00001
|
172,10
|
194,714
|
,431
|
.
|
,853
|
|
VAR00002
|
172,17
|
194,420
|
,503
|
.
|
,852
|
|
VAR00003
|
172,60
|
201,559
|
,054
|
.
|
,859
|
|
VAR00004
|
172,47
|
195,499
|
,481
|
.
|
,853
|
|
VAR00005
|
172,90
|
189,817
|
,649
|
.
|
,849
|
|
VAR00006
|
172,23
|
196,806
|
,235
|
.
|
,856
|
|
VAR00007
|
172,73
|
195,720
|
,285
|
.
|
,855
|
|
VAR00008
|
172,67
|
196,713
|
,339
|
.
|
,854
|
|
VAR00009
|
172,50
|
198,948
|
,217
|
.
|
,856
|
|
VAR00010
|
172,67
|
193,747
|
,313
|
.
|
,855
|
|
VAR00011
|
172,93
|
207,099
|
-,207
|
.
|
,863
|
|
VAR00012
|
172,03
|
195,689
|
,285
|
.
|
,855
|
|
VAR00013
|
172,43
|
198,392
|
,249
|
.
|
,856
|
|
VAR00014
|
173,40
|
210,041
|
-,294
|
.
|
,867
|
|
VAR00015
|
172,63
|
197,344
|
,350
|
.
|
,854
|
|
VAR00016
|
173,53
|
211,637
|
-,452
|
.
|
,866
|
|
VAR00017
|
172,73
|
193,789
|
,388
|
.
|
,853
|
|
VAR00018
|
172,90
|
211,541
|
-,417
|
.
|
,866
|
|
VAR00019
|
172,90
|
192,921
|
,529
|
.
|
,851
|
|
VAR00020
|
173,23
|
203,495
|
-,034
|
.
|
,860
|
|
VAR00021
|
172,73
|
193,375
|
,464
|
.
|
,852
|
|
VAR00022
|
172,53
|
192,602
|
,476
|
.
|
,852
|
|
VAR00023
|
172,77
|
192,530
|
,583
|
.
|
,851
|
|
VAR00024
|
172,67
|
194,299
|
,437
|
.
|
,853
|
|
VAR00025
|
173,50
|
198,052
|
,183
|
.
|
,857
|
|
VAR00026
|
172,90
|
199,266
|
,233
|
.
|
,856
|
|
VAR00027
|
172,53
|
198,120
|
,230
|
.
|
,856
|
|
VAR00028
|
172,90
|
203,886
|
-,055
|
.
|
,860
|
|
VAR00029
|
172,50
|
194,052
|
,393
|
.
|
,853
|
|
VAR00030
|
173,03
|
195,895
|
,336
|
.
|
,854
|
|
VAR00031
|
172,60
|
199,145
|
,155
|
.
|
,858
|
|
VAR00032
|
172,27
|
197,513
|
,238
|
.
|
,856
|
|
VAR00033
|
172,23
|
190,599
|
,767
|
.
|
,849
|
|
VAR00034
|
172,43
|
191,151
|
,610
|
.
|
,850
|
|
VAR00035
|
172,13
|
192,671
|
,548
|
.
|
,851
|
|
VAR00036
|
172,93
|
201,926
|
,022
|
.
|
,861
|
|
VAR00037
|
173,00
|
197,172
|
,324
|
.
|
,855
|
|
VAR00038
|
172,10
|
195,059
|
,452
|
.
|
,853
|
|
VAR00039
|
172,27
|
192,133
|
,568
|
.
|
,851
|
|
VAR00040
|
172,43
|
196,668
|
,273
|
.
|
,855
|
|
VAR00041
|
172,50
|
201,845
|
,049
|
.
|
,859
|
|
VAR00042
|
172,13
|
196,947
|
,387
|
.
|
,854
|
|
VAR00043
|
172,70
|
199,321
|
,188
|
.
|
,857
|
|
VAR00044
|
172,60
|
192,455
|
,566
|
.
|
,851
|
|
VAR00045
|
172,30
|
193,459
|
,469
|
.
|
,852
|
|
VAR00046
|
172,20
|
194,441
|
,427
|
.
|
,853
|
|
VAR00047
|
172,53
|
198,671
|
,174
|
.
|
,857
|
|
VAR00048
|
172,03
|
196,861
|
,381
|
.
|
,854
|
|
VAR00049
|
172,73
|
197,444
|
,163
|
.
|
,858
|
|
VAR00050
|
172,20
|
197,269
|
,259
|
.
|
,856
|
|
VAR00051
|
172,47
|
196,464
|
,418
|
.
|
,854
|
|
VAR00052
|
172,57
|
195,771
|
,314
|
.
|
,855
|
|
VAR00053
|
172,50
|
204,879
|
-,089
|
.
|
,864
|
|
VAR00054
|
173,13
|
195,361
|
,260
|
.
|
,856
|
|
VAR00055
|
172,47
|
190,533
|
,617
|
.
|
,850
|
|
VAR00056
|
172,17
|
191,247
|
,635
|
.
|
,850
|
|
VAR00057
|
172,10
|
197,059
|
,374
|
.
|
,854
|
|
VAR00058
|
172,30
|
200,148
|
,130
|
.
|
,858
|
|
VAR00059
|
172,13
|
193,223
|
,567
|
.
|
,851
|
|
VAR00060
|
172,50
|
193,500
|
,578
|
.
|
,851
|
|
Pada tabel diatas terdapat beberapa item yang tidak valid yaitu berwarna merah, dengan nilai Corrected Item-Total Correlation disebutkan. Pengambilan kesimpulan item dikatakan valid
jika r hitung > 0,30, dan item tidak valid jika nilai r hitung
<0,30 (Anastasia, 1982). Dengan demikian item yang berwarna merah tersebut
dilakukan analisis ulang, dengan cara dan proses yang sama.
Hasil Analisis ulang Kendall Tau
Case Processing Summary
|
|||
N
|
%
|
||
Cases
|
Valid
|
30
|
100,0
|
Excludeda
|
0
|
,0
|
|
Total
|
30
|
100,0
|
|
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
|
|||
Reliability Statistics
|
||
Cronbach's Alpha
|
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
|
N of Items
|
,914
|
,917
|
33
|
Pada tabel
diatas diperoleh Alpha Cronbach's 0,914. Menurut
Anastasia (1982) Reliabilitas yang ideal adalah 0,8. Menurut Long et al,
(dalam Dachlan,2006) bahwa koefisien Alpha Cronbach's > 0,8, maka instrument itu dapat di
terima. Atas dasar dua pendapat tersebut reliabilitas item adalah ideal atau
dapat di terima dan dapat digunakan untuk mengumpulan data.
Item-Total Statistics
|
|||||
Scale Mean if Item Deleted
|
Scale Variance if Item Deleted
|
Corrected Item-Total Correlation
|
Squared Multiple Correlation
|
Cronbach's Alpha if Item Deleted
|
|
VAR00001
|
96,80
|
126,234
|
,416
|
.
|
,912
|
VAR00002
|
96,87
|
124,533
|
,598
|
.
|
,910
|
VAR00003
|
97,17
|
126,695
|
,478
|
.
|
,911
|
VAR00004
|
97,60
|
121,628
|
,679
|
.
|
,908
|
VAR00005
|
97,37
|
128,240
|
,295
|
.
|
,914
|
VAR00006
|
97,37
|
124,723
|
,332
|
.
|
,915
|
VAR00007
|
97,33
|
127,195
|
,425
|
.
|
,912
|
VAR00008
|
97,43
|
125,978
|
,346
|
.
|
,913
|
VAR00009
|
97,60
|
124,800
|
,513
|
.
|
,911
|
VAR00010
|
97,43
|
124,668
|
,480
|
.
|
,911
|
VAR00011
|
97,23
|
124,461
|
,466
|
.
|
,911
|
VAR00012
|
97,47
|
124,878
|
,539
|
.
|
,910
|
VAR00013
|
97,37
|
125,482
|
,449
|
.
|
,912
|
VAR00014
|
97,20
|
124,717
|
,435
|
.
|
,912
|
VAR00015
|
97,73
|
126,547
|
,360
|
.
|
,913
|
VAR00016
|
96,93
|
122,823
|
,760
|
.
|
,908
|
VAR00017
|
97,13
|
122,947
|
,624
|
.
|
,909
|
VAR00018
|
96,83
|
124,695
|
,526
|
.
|
,910
|
VAR00019
|
97,70
|
127,872
|
,332
|
.
|
,913
|
VAR00020
|
96,80
|
126,097
|
,466
|
.
|
,911
|
VAR00021
|
96,97
|
123,964
|
,567
|
.
|
,910
|
VAR00022
|
96,83
|
127,868
|
,383
|
.
|
,912
|
VAR00023
|
97,30
|
125,734
|
,460
|
.
|
,911
|
VAR00024
|
97,00
|
125,862
|
,413
|
.
|
,912
|
VAR00025
|
96,90
|
125,334
|
,456
|
.
|
,911
|
VAR00026
|
96,73
|
127,651
|
,389
|
.
|
,912
|
VAR00027
|
97,17
|
128,006
|
,372
|
.
|
,912
|
VAR00028
|
97,27
|
125,789
|
,374
|
.
|
,913
|
VAR00029
|
97,17
|
122,764
|
,610
|
.
|
,909
|
VAR00030
|
96,87
|
122,671
|
,675
|
.
|
,908
|
VAR00031
|
96,80
|
128,579
|
,321
|
.
|
,913
|
VAR00032
|
96,83
|
124,213
|
,613
|
.
|
,909
|
VAR00033
|
97,20
|
124,303
|
,637
|
.
|
,909
|
Pada
tabel diatas terdapat 1 item yang tidak valid pada variabel 5 dengan nilai disebutkan 0,295. Pengambilan kesimpulan item dikatakan
valid jika rhitung > 0,30, dan item tidak valid jika nilai rhitung
<0,30 (Anastasia, 1982). Dengan demikian item yang berwarna merah tersebut
dilakukan analisis ulang, dengan cara dan proses yang sama.
Nonparametric
Correlations
Correlations
|
||||
kemandirian
|
penyesuaiandiri
|
|||
Kendall's tau_b
|
kemandirian
|
Correlation Coefficient
|
1,000
|
,257
|
Sig. (2-tailed)
|
.
|
,053
|
||
N
|
30
|
30
|
||
penyesuaiandiri
|
Correlation Coefficient
|
,257
|
1,000
|
|
Sig. (2-tailed)
|
,053
|
.
|
||
N
|
30
|
30
|
||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar