BAB
III
METODE
PENELITIAN
A.
Rancangan Penelitian
Metode penelitian merupakan
suatu cara yang dilakukan untuk mmenentukan/menggali sesuatu yang telah ada
untuk kemudian diuji kebenarannya yang mungkin masih diragukan.[23]
Jenis penelitian dalam penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dan ingin
mengukur Hubungan Kemandirian Dengan Penyesuaian Diri Pada
Mahasiswa Perantau Di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri
Metodologi
adalah suatu cara utama yang digunakan mencapai suatu tujuan.[24]
Penelitian
adalah suatu cara atau jalan usaha untuk mengemukakan, mengembangkan dan
menguji kebenaran suatu penelitian atau pengetahuan ilmiah, usaha tersebut
dilaksanakan dengan menggunakan metode-metode ilmiah untuk penelitian.[25]
Metode
penelitian menunjuk pada cara dalam mana studi penelitian dirancang dan
prosedur-prosedur melalui mana dalam dianalisis.[26]
Ulfah
(2006) Mengemukakan bahwa Penelitian yang menggunakan metode angket itu berupa
skala penyesuaian diri yang disusun dan diuji cobakan.
Skala
tersebut berdasarkan pada teori aspek-aspek penyesuaian diri yang dikemukakan
oleh Kartono (1983)
Dalam
suatu penelitian diperlukan suatu metode yang tepat dan akurat. Sebab dengan
metode tepat dan akurat dapat mencapai hasil yang maksimal. Metode penelitian
adalah “Strategi umum yang dianut dalam pengumpulan data yang diperlukan guna
menjawab persoalan yang dihadapi”.[27]
Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif. Sedangkan jenis variabel
dalam penelitian ini, peneliti menggunakan variabel bebas (independent)
dan variabel terikat (dependent).
Variabel
bebas (independent) adalah variabel yang berpengaruh terhadap keberadaan
variabel terikat. Variabel Bebas (Independent variabel) Y1
dan Y2 dalam penelitian ini yaitu Kemandirian dan Penyesuaian Diri.
Variabel
terikat (dependent) adalah variabel yang timbul akibat dari variabel
bebas. Variabel Terikat (Dependent variable) X dalam penelitian ini
yaitu Mahasiswa yang berdomisili di pondok dan Mahasiswa yang berada di kost.
B.
Populasi dan
Sampel penelitian
Salah satu
konsep yang berhubungan erat dengan sampel adalah populasi. Populasi adalah
keseluruhan gejala/satuan yang ingin diteliti. Sementara itu, sampel sampel
merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti. Oleh karena itu, sampel
harus dilihat sebagai suatu pendugaan terhadap populasi dan bukan populasi itu
sendiri.[28]
1. Populasi
Populasi adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai
kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.[29]
Adapun populasi
dalam penelitian ini di Kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
Dari sekian banyak mahasiswa peneliti hanya mengambil beberapa mahasiswa saja,
lebih tepatnya 30
2. Sampel
Agar diperoleh hasil penelitian yang
lebih baik, diperlukan sampel yang baik pula, yakni betul-betul mencerminkan
populasi. Supaya perolehan sampel lebih akurat, diperlukan rumus-rumus
penentuan jumlahnya”.[31].
Korelasi
adalah istilah statistik yang menyatakan derajat hubungan linier (searah bukan
timbal balik) antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan
korelasi Kendall Tau, dimana data X dan Y tidak memiliki rentang yang
sama namun kedua data tersebut bersifat interval[32]. Data yang
digunakan berskala ordinal dan tidak harus berdistribusi normal yang bertujuan:
a. Untuk melihat hubungan antara variabel X dan variabel
Y.
b. Untuk menganalisis data penelitian yang mempunyai
karakteristik:
-
Hipotesis
yang diajukan hipotesis asosiatif (Ha).
-
Skala
data ordinal.
-
Data
tidak harus berdistribusi normal.
Dikatakan demikian karena pengambilan sampel dilakukan
secara acak tanpa memperhatikan starta yang ada dalam populasi tersebut.[33]
C.
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah segala
peralatan yang digunakan untuk memperoleh, mengelola dan menginterprestasikan
informasi dari para responden yang dilakukan dengan pola pengukuran yang sama.[34]
Menurut Suharmi
Arikunto ada beberapa instrument yang namanya sama dengan metodenya[35] antara
lain adalah:
a) Instrument untuk metode tes adalah tes atau soal tes.
b) Instrument untuk metode angket atau kuesioner adalah angket atau kuesioner.
c) Instrument untuk metode observasi adalah pedoman observasi atau dapat juga
chek-list
Adapun jenis instrumen penilitan
dalam skripsi ini adalah Angket (questionnaire), daftar cocok (check-list),
panduan observasi dan panduan pengamatan. Untuk memudahkan dan mengarahkan
pembuatan instrumen yang baik, peneliti menyusun kisi-kisi instrument penelitian
yang diwujudkan dalam tabel.
Skor dalam setiap aitem berkisar dari 4 sampai 1,
diberikan untuk aitem yang bersifat favourabel,
sedangkan untuk item yang unfavourabel
bergerak dari 1 sampai 4.[36]
Penyesuaian diri dapat diartikan
sebagai usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada
lingkungan, sehingga rasa permusuhan, dengki, iri hati, prasangka, depresi,
kemarahan dan emosi negatif yang lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai
dan kurang efisien bisa dikikis habis.[37]
Maka dari itu penyesuaian diri
merupakan proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku individu
agar dari perubahan tingkah laku tersebut dapat terjadi hubungan yang lebih
sesuai antara individu dan lingkungannya.[38]
D.
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau
hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner dipakai untuk menyebut metode maupun
instrumen.[39]
Teknik Pengumpulan Data menggunakan Simple
Random Sampling,
yang mana pemilihan dilakukan dengan cara acak, di mana daftar nama responden
dilakukan pengundian untuk terpilih.
Penelitian ini menggunakan instrumen skala kemandirian dan skala
penyesuaian diri.
1.
Metode Angket
Angket adalah komunikasi secara
tidak langsung dengan cara mengajukan beberapa pernyataan tertulis kepada
responden untuk memperoleh data berupa tanggapan sebagai bahan analisa terhadap
perumusan masalah yang telah ditetapkan.[40]
Dalam pengisian angket, peneliti
memilih alternatif dengan cara mencentang pada salah satu dari 4 kolom pernyataan
yang penulis sediakan yang sesuai dengan yang dialami / sesuai keadaan
mahasiswa.
2.
Metode Dokumentasi
Dokumentasi
berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Didalam metode dokumentasi,
peneliti mencari/menganalisa hal-hal/variabel yang berupa cacatan, dan
sebagainya.[41]
Maka dari itu dalam penelitian ini penulis menggunakan metode dokumentasi untuk
mencari data yang meliputi struktur organisasi, dokumen resmi, letak geografis dan
tujuan organisasi.
3. Metode
Observasi
Observasi
sebagai sebuah aktivitas untuk memperhatikan sesuatu dengan menggunakan seluruh
panca indera, yaitu melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan
pengecap".[42]
Observasi
diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena
yang diselidiki dalam arti luas. Observasi sebenarnya tidak hanya terbatas pada
pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.[43]
E.
Teknik Analisis Data
Adapun langkah-langkah dalam analisis data, yang diantaranya sebagai
berikut ini:
a. Tahap pengumpulan data.
b. Tahap editing. Pada tahap ini yaitu memeriksa kejelasan maupun kelengkapan
mengenai pengisian instrumen pengumpulan data.
c. Tahap koding. Maksudnya pada tahap ini melakukan proses identifikasi dan
proses klasifikasi dari tiap-tiap pernyataan yang terdapat pada instrumen
pengumpulan data berdasarkan variabel yang sedang diteliti.
d. Tahap tabulasi. Melakukan kegiatan mencatat ataupun entri data kedalam
tabel-tabel induk dalam penelitian.
e. Tahap pengujian. Pada tahapan ini data akan diuji kualitasnya yaitu menguji
validitas maupun realiabilitas instrumen dari pengumpulan data.
Adapun untuk menentukan hubungan
antara variabel X dan dan variabel Y adalah menggunakan Korelasi Kendall Tau
dengan perangkat SPSS.
Teknik analisis data dalam
menganalisis data adalah menggunakan rumus kendal tau sebagai berikut:
[23] Suharsimi
Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis (Jakarta:Rineka
Cipta, 1997), hlm. 102.
[24] Winarto Surahman, Metodologi
Riset (Bandung: CV. Remaja Karya,2002), hal. 131
[25] Winarto Suharti, Statistik
(Yogyakarta: Andi Offset,2001), hal.4
[26] Silvermandalam Seale, Clive (eds), 1998: hal 5
[27] Arif Fuchan, Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan (
Surabaya: Usaha Nasional, 1998), hal. 50
[28] Bailey, Kenneth. Method Of
Social Research, 4th Ed, (New York: The Free Press, 1994), hal. 83
[29] Sugiono, Metode Penelitian Administrasi (Bandung : CV.Alfa Beta, 1998), hal.
57
[30] Arikunto, Prosedur, hal 177
[31] Ali Anwar, Cara Mudah menulis
Karya Ilmiah, (Kediri: IAIT Press, 2008), hal. 13.
[32] Fuad, A. Jauhar dan Agus
Eko Sujianto, Analisa
Statistik dangan Program SPSS, (Tulungagung: Cahaya Abadi, 2014), hal. 78
[33] Sugiono, Statistik Untuk
Penelitian, hal. 58
[34] Ibnu Subianto, Metodologi
Penelitian Menejemen Dan Akuntansi, Edisi 3, (Yogyakarta: UPP AMP YKPN,
2000), hal. 61
[35] Ibid, hlm. 149
[36] Sugiyono. Metodelogi
Penelitian. (Bandung: Penerbit : CV. Alfa Beta. 2013).
[37] Kartono. Psikologi
Perkembangan. (Bandung: CV Pustaka Setia. 2008).
[38] Ibid,.
[39] Suharsimi Arikunto, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktis (Jakarta:Rineka Cipta, 1997), hal. 107
[40] Nana Syaodi Sukmadinata, Metode
Penelitian Pendidikan ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hal. 219
[41] Suharsimi Arikunto, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktis (Jakarta:Rineka Cipta, 1997), hal. 16
[43] Nana Syaodi Sukmadinata, Metode
Penelitian Pendidikan ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hal. 220
Tidak ada komentar:
Posting Komentar