Rabu, 26 Oktober 2016

Perilaku Reproduksi



PERILAKU REPRODUKSI
Makalah ini disusun Guna untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Faal

Dosen Pengampu:
Mentari Marwa,M.A



Disusun Oleh:
Nadya Khussotu Birliana
Najmi Laela Badriyah

INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI (IAIT) KEDIRI
FAKULTAS DAKWAH
PRODI PSIKOLOGI ISLAM
2016
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
                     Alhamdulillahirobbil’alamin, kami dapat menyelesaikan tugas ini, semua ini tidak lepas dari Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
     Tak lupa kami sampaikan terimakasih yang sebesar-basarnya kepada Ibu Mentari Marwa,M.A dan kepada semuanya yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini, karena dalam menyelesaikan tugas ini kami menghadapi berbagai masalah dan rintangan yang menghadang, Dengan adanya tugas ini kami ingin berbagi pengetahuan dan pendapat kami dengan teman-teman, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin.
Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, karena tugas ini jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Wassalamualaikum



                                                                                              
Penulis


Kediri, 22 Oktober 2016


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pada beberapa spesies, termasuk sejenis kadal, hewan betina menghasilkan telur dengan dua salinan kromosom daripada hanya satu kromosom. Betina tersebut tidak perlu menunggu kehadiran jantan, telurnya sudah membelah dan berdiferensiasi. Ditinjau dari beberapa aspek, akan lebih efisien jika manusia dapat bereproduksi tanpa adanya hubungan seks. Tidak perlu mencari pasangan dan dapat menghasilkan bayi yang secara keseluruhan sama dari pada hanya 50% bagian yang sama. Tidak perlu menghabiskan waktu dalam percumbuan (courtship) dan perkawinan, jika hal tersebut tidak memberikan keuntungkan..

Para pakar biologi belum sepakat mengenai keuntungan reproduksi seksual . saat ini hipotesis dominan yang menyatakan bahwa reproduksi seksual meningkatkan variasi sehingga memungkinkan munculnya adaptasi evolusi yang cepat terhadap perubahan lingkungan apa pun (Colgreave, 2002; Goddart, Godfray, & Burt, 2005).

Tiap individu memiliki perbedaan dalam frekuensi aktivitas seksual, preferensi tipe aktivitas seksual, dan orientasi seksual. Aktivitas seksual berlangsung dalam ranah pribadi sehingga kita tidak mengetahui bahwasannya betapa beragamnya hal tersebut.

B.     Rumusan Masalah
1.      Jelaskan Tentang Seks Dan Hormon ?
2.      Bagaiman Variasi Perilaku Seksual ?






BAB II
PEMBAHASAN
A.      Seks dan Hormon

Jika kita ingin mengatakan sesuatu hal yang bersifat pribadi,anda akan mengatakannya secara langsung kepada orang yang dituju. Jika anda ingin menyampaikan kepada semua orang misalnya anda ingin membuka toko baru maka anda akan memasang iklan di surat kabar atau mengeluarkan pengumuman di radio. Sistem saraf melakukan komunikasi langsung pada sinapsis. Untuk menyampaikan pesan secara meluas, sistem saraf memanfaatkan hormon. Satu tipe hormon yaitu hormon steroid memiliki 4 cincin karbon. Steroid adalah turunan kolestron, kita sering sekali diperingkatkan dengan bahaya kolestrol yang berlebihan, tetapi kolestrol dalam jumlah yang menengah dibutuhkan untuk menghasilkan hormon hormon penting tersebut.

Hormon seks, hormon estrogen dan endrogen adalah hormon steroid katagori khusus. Hormon hormon tersebut sebagian besar dilepas oleh gonad (testi dan ovarium) dan sebagian kecil dilepaskan oleh kelenjar adrenal. Umumnya kita merujuk adrogen kelompok hormon yang terdiri dari testosteron dan beberapa hormon lainya sebagai “hormon laki laki” karena laki laki memiliki kadar yang lebih tinggi. Kelompok hormon estrogen sebuah kelompok hormon yang terdiri dari estradiol dan beberapa hormon lainnya sebagai “hormon perempuan “ karena perempuan memiliki kadar yang lebih tinggi. Sksn tetapi kedua kelamin memiliki dua kelompok hormon tersebut. Progesteron  adalah hormon lain yang terutama dimiliki oleh betina, berfungsi mempersiapkan uterus untuk implantasi ovum yang telah direftilisasidan mamicu proses pemeliharaan kehamilan. Hormon seks mempengaruhi otak, organ kelamin dan organ organ lainnya.





Pengaruh Hormon Seks Yang Mengatur. Kita membedakan pengaruh hormon seks antara:
1.      Pengaruh yang mengatur, sebagian besar terjadi pada taham sensitif perkembangan pada manusia jaun sebelum dilahirkan serta menentukan apakah otak dan tubuh berkembang menjadi jantan atau betina.
2.      Pengaruh yang beraktivitas dapat terjadi kapan saja sepanjang hidup, ketika sebuah hormon secara sementara beraktivitas respon tertentu. Pengaruh yang mengaktivitas yang terjadi pada organ mungkin berlangsung lebih lama daripada hormon yang berada didalam organ, tetapi pengaruh tersebut ada batasnya. Perbedaan dua jenis pengaruh tersebut tidak mutlak. Pada masa awal kehidupan, hormon mengeluarkan pengaruh yang bersifat sementara dikala hormon sedang mengatur perkembangan tubuh. Selama masa puber hormon dapat menimbulkan perubahan struktur yang bertahan lama dan juga menimbulkan pengaruh yang bersifat mengatur (Arnold, dan breeedlove, 1985; C.L. williams, 1986).

3.      Pengaruh hormon seks yang mengaktivasi. Kadar testoterom mengeluarkan pengeluaran yang mengaktivitas sehingga merubah prilaku secaara sementara, bukan saja pada masa awal sensitif, tetepi juga dalam sesiap saat dalam hidup. Prilaku juga dapat mempengaruhu hormon sekresi hormon. Tidak ada kasus yang memperlihatkan bahwa hormon menimbulkan prilaku seksual. Hormon merubah aktifitas beragam area otak untuk mengubah cara otak merespon beragam stimulus. Hormon juga mengubah sensitivitas pada penis, vagina dan serviks. (Etgen, Chu, Fiber, Karkanias, & Morales, 1999)








MANUSIA
Ketergantungan manusia terhadap kadar hormon seksual lebih kecil dibanding spesie-spesies lainnya, perubahan hormon dapat meningkatkan ataupun menurunkan kegairahan seksual. Hormon seksual juga memengaruhi beberapa sistem otak, yang fungsinya tidak langsung berkaitan dengan seks. Seperti contoh testosteron menurunkan rasa nyeri dan kegelisahan serta estrogen mungkin memiliki efek yang sama.

PRIA
Kenikmatan seksual tertinggi terjadi ketika kadar testosteron berada pada level tertinggi yaitu sekitar umur 15-25 tahun. Hormon oksitosin juga berperan dalam kenikmatan seksual. Tubuh mengeluarkan oksitosin dalam jumlah yang besar selama orgasme berlangsung, konsentrasinya di dalam darah tiga kali di atas kadar normal dalam darah. Penurunan kadar testosteron akan menurunkan kenikmatan pada pria. Akan tetapi, kadar rendah testosteron bukan menjadi alasan umum  penyebab impotensi, penyebab umumnya adalah gangguan peredaran darah, terutama pada pri yang sudah tua, terkait dengan saraf, reaksi terhadap obat-obatan ketegangan psikologis. (Andersson, 2001).

WANITA
Kelenjar hipotalamus dan pituitari wanita berinteraksi dengan ovarium untuk menghasilkan siklus menstruasi, sebuah periode ketika kadar hormon dan kesuburan mengalami perubahan dan berlangsung sekitar 28 hari.





B.       VARIASI PERILAKU SEKSUAL
1.   Interpretasi Evolusi Perilaku Pemilihan Pasangan.
·         Pria lebih mungkin memiliki lebih dari satu pasangan seks, terutama partner hubungan seks.
·         Wanita lebih mungkin mempertimbangkan potensi pendapatan yang dimiliki pasangan, sedangkan pria  lebih mungkin mempertimbangkan kemudaan pasangan.
·         Pria umumnya memperlihatkan kecemburuan yang lebih besar jika ada indikasi penyelewengan seksual.

a)      Ketertarikan terhadap banyak pasangan
Ditinjau dari sudut pandang evolusi tentang penyebaran gen suatu individu, pria dapat berhasil dengan melakukan salah satu cara cara dari dua cara berikut:
·         Setia kepada satu wanita dan mencurahkan seluruh energinya untuk menolong wanita tersebut dan anaknya.
·         Berhubungan seksual dengan banyak wanita dan berharap salah satu dari mereka dapat membesarkan anak tanpa bantuan mereka.
Sebaliknya wanita tidak bisa mengalami lebih dari satu kehamilan dalamkurun waktu 9 bulan, terlepas dari jumlah pasangan seksual.
Satu keberatan terhadap keuntungan pria adalah terkadang wanita juga diuntungkan dengan memiliki banyak pasangan seksual, jika wanita memiliki suami yang infertil (mandul) maka berhubungan seksual dengan pria lain adalah jalan satu-satunya untuk bereproduksi. Selain itu partner seksual yang berbeda mungkin memberikan hadiah yang mahal dan baik pada anak-anak yang mereka hasilkan. Wanita ini mungkin juga lebih bersikap baik balik dan meninggalkan suami yang pertama untuk pasangan baru yang lebih baik.




b)     Hal yang dicari oleh pria dan wanita dari pasangannya.
Sebagian besar wanita mendambakan pasangan yang sehat, pntar, jujur, menarik dalam segi fisik, dan dapat memberi nafkah. Ketertarikan wanita terhadap kekayaan dan kesuksesan pria jauh lebih besar dari pada Ketertarikan pria terhadap kekayaan dan kesuksesan wanita. Sebab terbesarnya adalah ketika wanita mengandung dan merawat anak yang jelas mebutuhkan bantuan untuk memperoleh makanan dan kebutuhan lainnya.
Pria cenderung memiliki preferensi yang kuat untuk mencari pasangan yang muda. Sebuah penjelasan dari sisi evolusi adalah, wanita yang muda lebih subur dari pada wanita yang lebih tua, sehingga pria dapat menyebarkan gennya jika berhubungan dengan wanita yang muda. Pria akan tetap subur hingga usia tua sehinggawanita tidak perlu bersikeras mengenai kemudaan.
c)      Perbedaan dalam hal kecemburuan
Jika pria ingin menurunkan gennya, maka ia harus yakin bahwa anak yang dirawat adalah anaknya. Istri yang tidak setia mengancam kepastian tersebut. Jika seorang wanita memiliki anak maka sudah pasti itu anaknya, sehingga wanita tidak memiliki kekhawatiran yang sama.
Pria menyatakan lebih marah terhadap penyelewengan seksual, sedangkan wanita lebih marah terhadap penyelewngan emosional. Sebagian pria dan wanita yang telah secara langsung mengalami situasi dengan pasangan yang tidak setia, mengatakan bahwa merka lebih marah jika pasangan mereka menjadi lebih intim secara emosional dengan orang lain dari pada penyelewengan seksual.
2.      Perilaku Terkait Identitas Gender Dan Perilaku Beda Gender
Manusia tidak dapat bertukar jenis kelamin dan tetap mempertahankan fertilitasnya, akan tetapi dalam perkembangan seksual manusia terdapat kondisi pertengahan dan variasi.
Identitas gender adalah identifikasi diri secara seksual dan memberikan label. Perbedaan biologis antara pria dan wanita sering kali di bedakan dari segi kelamin. Perbedaan dari pemikiran individu tentang pria dan wanita disebut dengan perbedaan gender. Identitas gender merupakan karakteristik manusia.
1)      Interseks.
Sejumlah individu tidak dapat dikategorikan sebagai pria maupun wanita, tetapi sesuatu yang berada diantara keduanya.
Sebagian lain mengembangkan tampilan luar antara pria dan wanita sebagai akibat pola hormon yang tidak biasa. Testosteron memaskulinasi alat kelamin serta hipotalamus pada periode awal perkembangan. Individu yang memiliki gen pria yang memiliki kadar testosteron rendah atau memiliki resepton testosteron yang termutasi, mungkin mengembangkan penampilan wanita atau penampilan antara pria dan wanita.
2)      Ketertarikan dan preferensi anak perempuan penderiat CAH.
Individu dengan gen perempuan dan menderita CAH atau kondisi serupa, sering kali dibesarkan sebagai anak perempuan. Akan tetapi, otak mereka lebih terpapar kadar testosteron lebih tinggi selama periode prenatal dan postnatal dari pada anak perempuan lain.
Anak perempuan yang terpapar testosteron kadar tertinggi pada masa awal perkembangan, memperlihatkan preferensi yang lebih kuat untuk mainan tipikal anak laki-laki.









BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perilaku jantan dn betina berbeda karena adanya hormon seks yang mengaktivasi gen-gen tertentu. Pengaruh hormon yang mengatur, terjadi masa awal periode sensitif serta menghasilkan perubahan anatomi dan fisiologi yang relatif permanen.
Membahas hal ini adalah diskusi yang sulit yakni mempertimbangkan bukti dan argumen logis berdasarkan nilai ilmiahnya. Akan tetapi, ketika seseorang menjelaskan bahwa seleksi evolusi mungkin menjadi penyebab pria memiliki ketertarikan terhadap banyak pasangan atau penyebab pria lebih cemburu dari pada wanita, terkadang hal tersebut terdengar seperti sebuah pembenaran untuk tindakan yang dilakukan oleh pria. Tidak ada gen yang memaksa pria dan wanita untuk berlaku dengan cara tertentu.
Banyak kebisaan pencarian pasangan yang dilakukan manusia yang akan masuk akal jika dipandang dari sisi peningkatan probabilitas untuk menurunkan gen.

1 komentar:

  1. maaf ini kok plagiasi ya. bukannya ini sama persis dengan buku bioppsikologi J.W. Kalat

    BalasHapus

SKRIPSI Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian DIri pada Mahasiswa Perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri BAB I PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah Sering kita temui mahasiswa yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar ya...