PERILAKU REPRODUKSI
Makalah ini disusun Guna untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Faal
Dosen Pengampu:
Mentari Marwa,M.A
Disusun Oleh:
Nadya Khussotu Birliana
Najmi Laela Badriyah
INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI (IAIT)
KEDIRI
FAKULTAS DAKWAH
PRODI PSIKOLOGI ISLAM
2016
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Alhamdulillahirobbil’alamin,
kami dapat menyelesaikan tugas ini, semua ini tidak lepas dari Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan rahmat kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas ini.
Tak lupa kami sampaikan terimakasih yang
sebesar-basarnya kepada Ibu Mentari Marwa,M.A dan kepada semuanya yang telah
membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini, karena dalam menyelesaikan tugas
ini kami menghadapi berbagai masalah dan rintangan yang menghadang, Dengan
adanya tugas ini kami ingin berbagi pengetahuan dan pendapat kami dengan
teman-teman, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin.
Kritik dan
saran sangat kami harapkan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada,
karena tugas ini jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah
semata.
Wassalamualaikum
Penulis
Kediri,
22 Oktober 2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada beberapa spesies, termasuk sejenis kadal,
hewan betina menghasilkan telur dengan dua salinan kromosom daripada hanya satu
kromosom. Betina tersebut tidak perlu menunggu kehadiran jantan, telurnya sudah
membelah dan berdiferensiasi. Ditinjau dari beberapa aspek, akan lebih efisien
jika manusia dapat bereproduksi tanpa adanya hubungan seks. Tidak perlu mencari
pasangan dan dapat menghasilkan bayi yang secara keseluruhan sama dari pada
hanya 50% bagian yang sama. Tidak perlu menghabiskan waktu dalam percumbuan
(courtship) dan perkawinan, jika hal tersebut tidak memberikan keuntungkan..
Para pakar biologi belum sepakat mengenai
keuntungan reproduksi seksual . saat ini hipotesis dominan yang menyatakan
bahwa reproduksi seksual meningkatkan variasi sehingga memungkinkan munculnya
adaptasi evolusi yang cepat terhadap perubahan lingkungan apa pun (Colgreave,
2002; Goddart, Godfray, & Burt, 2005).
Tiap individu memiliki perbedaan dalam frekuensi
aktivitas seksual, preferensi tipe aktivitas seksual, dan orientasi seksual.
Aktivitas seksual berlangsung dalam ranah pribadi sehingga kita tidak mengetahui
bahwasannya betapa beragamnya hal tersebut.
B.
Rumusan Masalah
1.
Jelaskan Tentang Seks Dan Hormon ?
2.
Bagaiman Variasi Perilaku Seksual ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Seks dan Hormon
Jika kita
ingin mengatakan sesuatu hal yang bersifat pribadi,anda akan mengatakannya
secara langsung kepada orang yang dituju. Jika anda ingin menyampaikan kepada
semua orang misalnya anda ingin membuka toko baru maka anda akan memasang iklan
di surat kabar atau mengeluarkan pengumuman di radio. Sistem saraf melakukan
komunikasi langsung pada sinapsis. Untuk menyampaikan pesan secara meluas,
sistem saraf memanfaatkan hormon. Satu tipe hormon yaitu hormon steroid memiliki
4 cincin karbon. Steroid adalah turunan kolestron, kita sering sekali
diperingkatkan dengan bahaya kolestrol yang berlebihan, tetapi kolestrol dalam
jumlah yang menengah dibutuhkan untuk menghasilkan hormon hormon penting
tersebut.
Hormon seks, hormon estrogen dan endrogen adalah hormon steroid
katagori khusus. Hormon hormon tersebut sebagian besar dilepas oleh gonad
(testi dan ovarium) dan sebagian kecil dilepaskan oleh kelenjar adrenal.
Umumnya kita merujuk adrogen kelompok hormon yang terdiri dari testosteron
dan beberapa hormon lainya sebagai “hormon laki laki” karena laki laki memiliki
kadar yang lebih tinggi. Kelompok hormon estrogen sebuah kelompok hormon
yang terdiri dari estradiol dan beberapa hormon lainnya sebagai “hormon
perempuan “ karena perempuan memiliki kadar yang lebih tinggi. Sksn tetapi
kedua kelamin memiliki dua kelompok hormon tersebut. Progesteron adalah hormon lain yang terutama dimiliki oleh
betina, berfungsi mempersiapkan uterus untuk implantasi ovum yang telah
direftilisasidan mamicu proses pemeliharaan kehamilan. Hormon seks mempengaruhi
otak, organ kelamin dan organ organ lainnya.
Pengaruh Hormon Seks Yang Mengatur. Kita membedakan pengaruh hormon seks antara:
1.
Pengaruh yang mengatur,
sebagian besar terjadi pada taham sensitif perkembangan pada manusia jaun
sebelum dilahirkan serta menentukan apakah otak dan tubuh berkembang menjadi
jantan atau betina.
2.
Pengaruh yang beraktivitas dapat terjadi kapan saja sepanjang hidup, ketika sebuah hormon
secara sementara beraktivitas respon tertentu. Pengaruh yang mengaktivitas yang
terjadi pada organ mungkin berlangsung lebih lama daripada hormon yang berada
didalam organ, tetapi pengaruh tersebut ada batasnya. Perbedaan dua jenis
pengaruh tersebut tidak mutlak. Pada masa awal kehidupan, hormon mengeluarkan
pengaruh yang bersifat sementara dikala hormon sedang mengatur perkembangan
tubuh. Selama masa puber hormon dapat menimbulkan perubahan struktur yang
bertahan lama dan juga menimbulkan pengaruh yang bersifat mengatur (Arnold, dan
breeedlove, 1985; C.L. williams, 1986).
3.
Pengaruh hormon seks yang mengaktivasi. Kadar testoterom mengeluarkan pengeluaran yang
mengaktivitas sehingga merubah prilaku secaara sementara, bukan saja pada masa
awal sensitif, tetepi juga dalam sesiap saat dalam hidup. Prilaku juga dapat
mempengaruhu hormon sekresi hormon. Tidak ada kasus yang memperlihatkan bahwa
hormon menimbulkan prilaku seksual. Hormon merubah aktifitas beragam area otak
untuk mengubah cara otak merespon beragam stimulus. Hormon juga mengubah
sensitivitas pada penis, vagina dan serviks. (Etgen, Chu, Fiber, Karkanias,
& Morales, 1999)
MANUSIA
Ketergantungan
manusia terhadap kadar hormon seksual lebih kecil dibanding spesie-spesies
lainnya, perubahan hormon dapat meningkatkan ataupun menurunkan kegairahan
seksual. Hormon seksual juga memengaruhi beberapa sistem otak, yang fungsinya tidak
langsung berkaitan dengan seks. Seperti contoh testosteron menurunkan rasa
nyeri dan kegelisahan serta estrogen mungkin memiliki efek yang sama.
PRIA
Kenikmatan
seksual tertinggi terjadi ketika kadar testosteron berada pada level tertinggi
yaitu sekitar umur 15-25 tahun. Hormon oksitosin juga berperan dalam kenikmatan
seksual. Tubuh mengeluarkan oksitosin dalam jumlah yang besar selama orgasme
berlangsung, konsentrasinya di dalam darah tiga kali di atas kadar normal dalam
darah. Penurunan kadar testosteron akan menurunkan kenikmatan pada pria. Akan
tetapi, kadar rendah testosteron bukan menjadi alasan umum penyebab impotensi, penyebab umumnya adalah gangguan
peredaran darah, terutama pada pri yang sudah tua, terkait dengan saraf, reaksi
terhadap obat-obatan ketegangan psikologis. (Andersson, 2001).
WANITA
Kelenjar
hipotalamus dan pituitari wanita berinteraksi dengan ovarium untuk menghasilkan
siklus menstruasi, sebuah periode ketika kadar hormon dan kesuburan mengalami
perubahan dan berlangsung sekitar 28 hari.
B.
VARIASI PERILAKU SEKSUAL
1.
Interpretasi Evolusi Perilaku Pemilihan
Pasangan.
·
Pria lebih mungkin memiliki lebih dari satu pasangan
seks, terutama partner hubungan seks.
·
Wanita lebih mungkin mempertimbangkan potensi pendapatan
yang dimiliki pasangan, sedangkan pria
lebih mungkin mempertimbangkan kemudaan pasangan.
·
Pria umumnya memperlihatkan kecemburuan yang lebih besar
jika ada indikasi penyelewengan seksual.
a)
Ketertarikan terhadap banyak pasangan
Ditinjau dari sudut pandang evolusi tentang
penyebaran gen suatu individu, pria dapat berhasil dengan melakukan salah satu
cara cara dari dua cara berikut:
·
Setia kepada satu wanita dan mencurahkan seluruh
energinya untuk menolong wanita tersebut dan anaknya.
·
Berhubungan seksual dengan banyak wanita dan berharap
salah satu dari mereka dapat membesarkan anak tanpa bantuan mereka.
Sebaliknya
wanita tidak bisa mengalami lebih dari satu kehamilan dalamkurun waktu 9 bulan,
terlepas dari jumlah pasangan seksual.
Satu keberatan
terhadap keuntungan pria adalah terkadang wanita juga diuntungkan dengan
memiliki banyak pasangan seksual, jika wanita memiliki suami yang infertil
(mandul) maka berhubungan seksual dengan pria lain adalah jalan satu-satunya
untuk bereproduksi. Selain itu partner seksual yang berbeda mungkin memberikan
hadiah yang mahal dan baik pada anak-anak yang mereka hasilkan. Wanita ini
mungkin juga lebih bersikap baik balik dan meninggalkan suami yang pertama
untuk pasangan baru yang lebih baik.
b)
Hal yang dicari oleh pria dan wanita dari
pasangannya.
Sebagian besar
wanita mendambakan pasangan yang sehat, pntar, jujur, menarik dalam segi fisik,
dan dapat memberi nafkah. Ketertarikan wanita terhadap kekayaan dan kesuksesan
pria jauh lebih besar dari pada Ketertarikan pria terhadap kekayaan dan
kesuksesan wanita. Sebab terbesarnya adalah ketika wanita mengandung dan
merawat anak yang jelas mebutuhkan bantuan untuk memperoleh makanan dan
kebutuhan lainnya.
Pria cenderung
memiliki preferensi yang kuat untuk mencari pasangan yang muda. Sebuah
penjelasan dari sisi evolusi adalah, wanita yang muda lebih subur dari pada
wanita yang lebih tua, sehingga pria dapat menyebarkan gennya jika berhubungan
dengan wanita yang muda. Pria akan tetap subur hingga usia tua sehinggawanita
tidak perlu bersikeras mengenai kemudaan.
c)
Perbedaan dalam hal kecemburuan
Jika pria ingin
menurunkan gennya, maka ia harus yakin bahwa anak yang dirawat adalah anaknya.
Istri yang tidak setia mengancam kepastian tersebut. Jika seorang wanita
memiliki anak maka sudah pasti itu anaknya, sehingga wanita tidak memiliki
kekhawatiran yang sama.
Pria menyatakan
lebih marah terhadap penyelewengan seksual, sedangkan wanita lebih marah
terhadap penyelewngan emosional. Sebagian pria dan wanita yang telah secara
langsung mengalami situasi dengan pasangan yang tidak setia, mengatakan bahwa
merka lebih marah jika pasangan mereka menjadi lebih intim secara emosional
dengan orang lain dari pada penyelewengan seksual.
2.
Perilaku Terkait Identitas Gender Dan Perilaku
Beda Gender
Manusia tidak
dapat bertukar jenis kelamin dan tetap mempertahankan fertilitasnya, akan
tetapi dalam perkembangan seksual manusia terdapat kondisi pertengahan dan
variasi.
Identitas
gender adalah identifikasi diri secara seksual dan memberikan label. Perbedaan
biologis antara pria dan wanita sering kali di bedakan dari segi kelamin. Perbedaan
dari pemikiran individu tentang pria dan wanita disebut dengan perbedaan
gender. Identitas gender merupakan karakteristik manusia.
1)
Interseks.
Sejumlah
individu tidak dapat dikategorikan sebagai pria maupun wanita, tetapi sesuatu
yang berada diantara keduanya.
Sebagian lain
mengembangkan tampilan luar antara pria dan wanita sebagai akibat pola hormon
yang tidak biasa. Testosteron memaskulinasi alat kelamin serta hipotalamus pada
periode awal perkembangan. Individu yang memiliki gen pria yang memiliki kadar
testosteron rendah atau memiliki resepton testosteron yang termutasi, mungkin
mengembangkan penampilan wanita atau penampilan antara pria dan wanita.
2)
Ketertarikan dan preferensi anak perempuan
penderiat CAH.
Individu dengan
gen perempuan dan menderita CAH atau kondisi serupa, sering kali dibesarkan
sebagai anak perempuan. Akan tetapi, otak mereka lebih terpapar kadar
testosteron lebih tinggi selama periode prenatal dan postnatal dari pada anak
perempuan lain.
Anak perempuan
yang terpapar testosteron kadar tertinggi pada masa awal perkembangan,
memperlihatkan preferensi yang lebih kuat untuk mainan tipikal anak laki-laki.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perilaku jantan
dn betina berbeda karena adanya hormon seks yang mengaktivasi gen-gen tertentu.
Pengaruh hormon yang mengatur, terjadi masa awal periode sensitif serta
menghasilkan perubahan anatomi dan fisiologi yang relatif permanen.
Membahas hal
ini adalah diskusi yang sulit yakni mempertimbangkan bukti dan argumen logis
berdasarkan nilai ilmiahnya. Akan tetapi, ketika seseorang menjelaskan bahwa
seleksi evolusi mungkin menjadi penyebab pria memiliki ketertarikan terhadap
banyak pasangan atau penyebab pria lebih cemburu dari pada wanita, terkadang
hal tersebut terdengar seperti sebuah pembenaran untuk tindakan yang dilakukan
oleh pria. Tidak ada gen yang memaksa pria dan wanita untuk berlaku dengan cara
tertentu.
Banyak kebisaan
pencarian pasangan yang dilakukan manusia yang akan masuk akal jika dipandang
dari sisi peningkatan probabilitas untuk menurunkan gen.
maaf ini kok plagiasi ya. bukannya ini sama persis dengan buku bioppsikologi J.W. Kalat
BalasHapus