Jumat, 09 September 2016

Bagian'' Sel



Sel saraf adalah sel yang mengantarkan impuls (rangsangan) dari reseptor (panca indera) ke otak dan sebaliknya. Sel saraf juga bertanggung jawab atas gerak refleks.
Sel-sel saraf disebut neuron. Neuron-neuron tersebut membentuk suatu sistem saraf pada manusia.
Sel saraf berbeda dengan sel-sel pada umumnya karena terdapat akson (neurit) sehingga sel saraf terlihat seperti memiliki “ekor”. Sel saraf terdiri dari bagian-bagian yang umumnya terdapat pada sel hewan dan beberapa bagian lainnya. Bagian-bagian sel yaitu :

1.      Dendrit
Dendrit adalah percabangan dari badan sel saraf yang berupa tonjolan sitoplasma yang pendek dan bercabang-cabang. Fungsi dendrit adalah untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel. Neuron memiliki beberapa dendrit. Kata dendrit berasal dari bahasa Yunani δένδρον (dendron) yang berarti “pohon”. Impuls diteruskan ke dendrit oleh neurit pada sel saraf lain melalui sinapsis yang terletak di setiap ujung dendrit. Dendrit dapat menghasilkan neurotransmitter. Neurotransmiter adalah salah satu dari kelas zat kimia yang membawa pesan antar neuron.

a)      Struktur Dendrit
     Sebuah dendrit berukuran sangat pendek dan bercabang. Dendrit dapat tumbuh dan tercabut dari soma (badan sel saraf). Sebagian besar neuron (sel saraf) memiliki banyak dendrit.
     Dendrit berbeda dengan neurit (akson). Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.
b)      Sifat Impuls pada Dendrit
Struktur dan percabangan pada dendrit sangat mempengaruhi bagaimana menerima impuls dari neuron lain termasuk impuls yang lemah. Teori kabel pasif menjelaskan bagaimana perubahan tegangan pada lokasi tertentu pada dendrit dapat menyebabkan tegangan pada membran sel berubah. Hal tersebut dapat mempengaruhi karakteristik impuls.
Protein dapat memperkuat atau melemahkan sinapsis untuk menerima impuls (rangsangan) dari neuron lain. Selain protein, sodium, kalsium, dan kalium juga mempengaruhinya. Zat-zat tersebut dapat mempengaruhi tegangan dan durasi impuls.
2.      Badan Sel
Badan sel adalah bagian utama dari sel saraf yang mengandung bagian-bagian yang umumnya dimiliki oleh sel hewan. Di dalam badan sel terdapat sitoplasma, nukleus (inti sel), dan nukleolus (anak inti sel). Fungsi badan sel adalah untuk menerima impuls (rangsangan) dari dendrit dan meneruskannya ke neurit (akson).
3.      Inti Sel
Inti sel (nukleus) adalah inti sel saraf yang berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron). Di dalam inti sel juga terdapat kromosom dan DNA yang berfungsi untuk mengatur sifat keturunan dari sel tersebut.
a)      Struktur Inti Sel
Inti sel merupakan organel terbesar dalam sel hewan. Di dalam sel mamalia, diameter rata-rata inti sel diperkirakan sekitar 6 mikrometer (μm) dan menempati sekitar 10% dari total volume sel. Cairan yang melekat pada inti sel disebut nukleoplasma, dan komposisinya mirip dengan sitosol yang ditemukan diluar inti sel. Komposisi inti sel terdiri dari membran inti, nukleoplasma, kromosom, dan anak inti (nukleolus).
b)      Fungsi Inti Sel
Inti sel mampu untuk melakukan transkripsi gen yang dipisahkan dari tempat transkripsi di sitoplasma. Fungsi utama inti sel adalah untuk mengontrol ekspresi gen dan mereplikasi DNA di dalam sel. Fungsi dari inti sel hewan dan inti sel tanaman hampir sama. Hal ini karena fungsi dikategorikan berdasarkan sifat sel prokariotik dan eukariotik. Sel tumbuhan dan hewan keduanya eukariotik.
4.      Neurit
Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan penjuluran sitoplasma badan sel. Neurit disebut juga akson. Neurit mirip dengan dendrit. Namun neurit hanya ada satu dan berukuran lebih besar dan lebih panjang dari dendrit. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor, seperti otot dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya bisa mencapai 1 hingga 2 meter. Fungsi neurit adalah untuk meneruskan impuls dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya.
5.      Selubung Mielin
Selubung mielin adalah selaput pembungkus neurit. Selubung mielin banyak mengandung lemak dan bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut nodus ranvier. Selubung mielin dikelilingi oleh sel schwann. Sel yang memproduksi selubung mielin disebut sel glial atau oligodendrosit. Fungsi selubung mielin adalah untuk melindungi neurit dari kerusakan dan mencegah impuls bocor. Fungsi selubung mielin mirip pembungkus kabel listrik yang bersifat isolator.
a)      Struktur Selubung Mielin
Selubung mielin tampak seperti rangkaian sosis yang menyelubungi akson. Terdapat celah diantara selubung mielin yang berjarak sekitar 1 milimeter. Celah tersebut disebut nodus ranvier. Pada selubung mielin terdapat sel schwann. Lemak pada selubung mielin berfungsi untuk melindungi akson dari atom dan molekul bermuatan listrik. Maka dari itu, selubung mielin bersifat isolator. Selubung mielin membuat materi putih pada otak menjadi berwarna keputihan. Invertebrata tidak memiliki selubung mielin. Akson yang termielinasi jarang terdapat di sistem saraf otonom.
b)      Komposisi Selubung Mielin
Selubung mielin terdiri dari 40% air. Massa kering selubung mielin mengandung 70-85% lemak dan 15-30% protein. Protein yang terdapat pada selubung mielin adalah protein mielin dasar, myelin oligodendrocyte glikoprotein, dan protein proteilipid. Lipid (lemak) yang terdapat pada selubung mielin adalah glikolipid yang disebut galactocerebroside. Selain itu, terdapat pula rantai hidrokarbon yang terbuat dari sphingomyelin dan berfungsi untuk memperkuat selubung mielin.
c)      Fungsi Selubung Mielin
Fungsi utama selubung mielin adalah untuk meningkatkan kecepatan impuls. Tanpa selubung mielin, impuls akan bergerak seperti gelombang. Namun, impuls akan bergerak melompat ketika melewati selubung mielin dengan kecepatan 120 meter/detik. Selubung mielin meningkatkan hambatan listrik. Dengan demikian, mielinasi membantu mencegah impuls yang merupakan gelombang elektromagnetik keluar meninggalkan akson.
d)     Gangguan Pada Selubung Mielin
Pada selubung mielin juga terdapat beberapa gangguan atau penyakit. Jika selubung mielin rusak, maka impuls melambat. Berikut adalah beberapa gangguan atau penyakit pada selubung mielin.
6.      Sel Schwann
Sel schwann adalah sel yan mengelilingi selubung mielin. Sel ini ditemukan oleh Theodore Schwann, seorang ilmuwan dari Jerman. Sel schwann bekerja dengan menghasilkan lemak dan membungkus neurit berkali-kali sampai terbentuk selubung mielin. Fungsi sel schwann adalah untuk mempercepat jalannya impuls, membantu menyediakan makanan untuk neurit, dan membantu regenerasi neurit.
a)      Struktur Sel Schwann
Dalam akson termielinasi, sel schwann membentuk selubung mielin dengan ketebalan 0,15-1,5 mm. Sebuah sel schwann yang termielinasi dapat mencapai panjang 100 mikrometer. Sehingga dalam satu meter akson terdiri dari 10.000 sel schwann. Akson dapat memanjang hingga lebih dari satu meter. Celah antara sel schwann satu dengan yang lainnya disebut nodus ranvier. Pada sistem saraf pusat, selubung mielin terbentuk oleh oligodendrosit.
Sistem saraf vertebrata bergantung pada selubung mielin untuk isolasi akson. Sel schwann termielinasi mula terbentuk selubung mielin pada mamalia saat perkembangan janin. Sebuah sel schwann membentuk seperti lembaran yang digulung kertas, dengan lapisan mielin di masing-masing gulungan. Lapisan dalam dalam pembungkus membentuk selubung mielin sedangkan lapisan terluar bernukleus sitoplasma dan membentuk neurolema. Sel schwann tidak termielinasi terlibat dalam pemeliharaan akson dan sangat penting bagi kelangsungan hidup neuron.
b)      Transplantasi dan Regenerasi Sel Schwann
Sejak tahun 2001, sudah terjadi penelitian tentang upaya penanaman sel schwann yang bertujuan untuk mendorong remielinasi dalam pasien penderita sklerosis. Banyak penelitian yang menunjukkan hasil yang positif dan berpotensi untuk transplantasi sel schwann sebagai terapi untuk penderita cedera tulang belakang.
Saraf di sistem saraf perifer terdiri dari banyak akson yang bermielin oleh sel schwann. Jika terjadi kerusakan pada saraf, sel schwann akan membantu fagositosis (memakan) aksonnya. Setelah proses ini, sel schwann dapat melakukan regenerasi dengan membentuk sejenis terowongan yang mengarah ke arah neuron sasaran. Akson yang rusak dapat tumbuh dan berkembang melalui “terowongan” sel schwann. Pertumbuhannya sekitar 1mm/hari jika dalam kondisi baik. Akson akan berhasil melakukan regenerasi jika dapat behubungan kembali dengan otot atau organ yang sebelumnya mereka raih dengan bantuan sel schwann.
7.      Nodus Ranvier
Nodus ranvier adalah bagian pada neurit yang tidak terbungkus selubung mielin. Selubung mielin berfungsi sebagai pelindung akson dan membungkusnya, namun selubung ini tidak membungkus secara keseluruhan, dan yang tidak terbungkus merupakan Nodus Ranvier. Fungsi utamanya sebagai loncatan untuk mempercepat impuls saraf ke otak atau sebaliknya. Nodus ranvier berdiameter sekitar 1 mikrometer dan ditemukan oleh Louis-Antoine Ranvier. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan. Jika nodus ranvier diselubungi oleh selubung myelin maka impul saraf tidak bisa loncat ke nodus ranvier, akhirnya tidak terjadi respon apapun.
a)      Struktur Nodus Ranvier
Selubung mielin membungkus akson, namun tidak seluruh bagian akson dibungkus olehnya. Bagian yang tidak terbungkus inilah yang disebut nodus ranvier. Panjang nodus ranvier hanya sekitar 1 sampai 2 milimeter. Terdapat natrium, kalium, ATP, dan kalsium yang memungkinkan untuk menghasilkan potensial aksi. Nodus ranvier terletak di antara kedua selubung mielin. Adanya nodus ranvier menyebabkan rendahnya kapasitas isolator listrik dan meningkatkan suatu resistensi tinggi, namun dapat mengganggu isolasi pada selubung mielin sehinga memungkinkan impuls untuk melompat-lompat. Impuls yang melompat-lompat ini membuat pengiriman impuls sepanjang akson menjadi lebih cepat.
b)        Fungsi Nodus Ranvier
Potensial aksi adalah lonjakan debit ion positif dan negatif yang bergerak sepanjang membran sel. Penciptaan dan konduksi potensial aksi merupakan sarana dasar komunikasi dalam sistem saraf. Potensial aksi melakukan perjalanan dari satu lokasi di dalam sel yang lain, tetapi aliran ion melintasi membran sel hanya terjadi pada nodus ranvier. Akibatnya, sinyal potensial aksi melompat sepanjang akson dari nodus ke nodus. Ini jauh lebih cepat daripada hanya menyebar seperti di akson yang tidak memiliki selubung mielin.
8.      Oligodendrosit
Oligodendrosit adalah sebuah sel pendukung yang menyediakan isolasi bagi sel-sel saraf dengan membentuk selubung mielin di sekitar akson. Fungsi oligodendrosit adalah untuk membentuk selubung mielin yang sama pada sistem saraf pusat dan sebagai sel penyokong. Oligodendrosit memiliki beberapa juluran memanjang yang masing-masing membungkus (seperti dadar gulung) sepotong akson antarneuron untuk membentuk segmen mielin.
a)      Pembentukan Oligodendrosit
Oligodendrosit hanya ditemukan dalam sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang tepatnya di dalam materi abu-abu. Oligodendrosit berasal dari zona ventrikel ventral dari embrio sumsum tulang belakang dan mungkin memiliki beberapa konsentrasi di otak depan. Mielinasi hanya terjadi di beberapa daerah otak saat lahir dan berlanjut sampai dewasa. Seluruh proses ini tidak lengkap sampai sekitar 25-30 tahun. Pembentukan oligodendrosit di otak orang dewasa dikaitkan dengan glial yang dibatasi sel-sel progenitor yang dikenal sebagai sel progenitor oligodendrosit.
b)      Fungsi Oligodendrosit
Sebagai bagian dari sistem saraf, oligodendrosit berhubungan erat dengan sel-sel saraf serta memberikan peran pendukung penting bagi neuron. Selain itu, sistem saraf mamalia tergantung pada selubung mielin yang berfungsi untuk mengurangi kebocoran ion dan kapasitansi dari membran sel. Potensial aksi terjadi pada nodus ranvier di antara sel schwann (dari sistem saraf tepi) dan oligodendrosit (dari sistem saraf pusat).
c)      Patologi
Salah satu penyakit yang menyebabkan cedera pada sel-sel oligodendroglial yaitu sklerosis. Oligodendrosit juga akan rusak karena konsentrasi neurotransmiter dan glutamat yang berlebihan. Tumor pada oligodendroglia disebut oligodendrogliomas. Kemoterapi menyebabkan kerusakan pada oligodendrosit pada tikus yang justru dapat memperparah kerusakan pada sistem saraf pusat.
9.      Sinapsis
Sinapsis adalah titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain. Pada setiap neuron, terminal aksonnya membengkak membentuk suatu tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis. Pada setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Sebuah sinapsis menyediakan koneksi antar neuron yang memungkinkan informasi sensorik mengalir di antara mereka. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf pada sinapsis. Fungsi sinapsis adalah untuk mengirimkan impuls dari akson ke dendrit di sel saraf lain.







Sumber:

Judul
Alamat
1.       Sel Saraf (Neuron)
http://adriautami.wordpress.com/2010/06/24/sel-saraf-neuron/
2.       Sistem Saraf Pada Manusia (Artikel Lengkap)
http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/04/sistem-saraf-pada-manusia.html
3.      Bagian Dan Fungsi Sel Saraf (Neuron) Manusia
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/bagian-dan-fungsi-sel-saraf-neuron-manusia.html
4.      Sistem Saraf Pada Manusia
http://fembrisma.wordpress.com/science/sistem-koordinasi-manusia/sistem-saraf-pada-manusia/
5.      Koordinasi 1
http://rendezvous-point.blogspot.com/p/koordinasi.html
6.      Sel Saraf
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_saraf
7.      Sistem Saraf Manusia
http://aanarnasari.blogspot.com/2013/04/sistem-saraf-manusia.html
8.      Sistem Saraf Manusia
http://zaifbio.wordpress.com/2010/01/14/sistem-saraf-manusia/
9.      Apa Fungsi Mielin
http://smabiologi.blogspot.com/2013/09/apa-fungsi-mielin.html
10.  Fungsi Sel Schwann
http://www.sridianti.com/fungsi-sel-schwann.html
11.  Apa Sih Fungsi Sel Schwann Atau Neurilema?
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110314232111AA0gn0B
12.  Sel Schwann
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_Schwann
13.  Nodus Ranvier Tidak Terbungkus Oleh Selubung Mielim
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120504040325AAYCL3k
14.  Nodus Ranvier
http://id.wikipedia.org/wiki/Nodus_Ranvier
15.  Definisi:Oligodendrosit
http://kamuskesehatan.com/arti/oligodendrosit/
16.  Selubung Mielin
http://id.wikipedia.org/wiki/Selubung_Mielin
17.  Makalah Neuroglia
http://aanborneo.blogspot.com/2013/03/makalah-neuroglia.html
18.  Sinapsis
http://id.wikipedia.org/wiki/Sinapsis
19.  Cara Kerja Sinapsis
http://faozani-15.blogspot.com/2013/04/cara-kerja-sinapsis.html
20.  Apa Peran Fungsi Neuron Sinapsis
http://www.sridianti.com/apa-fungsi-sinapsis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SKRIPSI Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian DIri pada Mahasiswa Perantau di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri BAB I PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah Sering kita temui mahasiswa yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mencari ilmu. Pelajar ya...